Kuliah Umum Poltek SSN: Memahami Peran Digital Forensik dalam Keamanan Siber dan Penegakan Hukum di Era Artificial Intelligence
Dalam menghadapi pesatnya transformasi digital, ancaman siber terus berkembang dengan tingkat kompleksitas yang semakin tinggi. Serangan ransomware, kebocoran data, penipuan daring, hingga manipulasi konten digital menjadi tantangan yang dihadapi oleh pemerintah, sektor industri, maupun masyarakat. Kondisi tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya mampu melindungi sistem informasi, tetapi juga memiliki kemampuan mengungkap dan menganalisis jejak digital sebagai alat pembuktian yang sah.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi taruna dalam menghadapi tantangan tersebut, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Peran Digital Forensik di Bidang Keamanan Siber dan Penegakan Hukum serta Perkembangannya di Era Artificial Intelligence” pada Rabu, 24 Juni 2026 di Auditorium Kolonel (Purn.) Sumarkidjo. Kegiatan ini menghadirkan Herman Feransiaku, Certified EC-Council Instructor (CEI) dan praktisi forensik digital serta keamanan siber, dengan moderator Jeckson Sidabutar, dosen Poltek SSN.
Digital Forensik: Pilar Penting dalam Investigasi Siber Modern
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa digital forensik merupakan proses identifikasi, akuisisi, preservasi, analisis, hingga pelaporan bukti digital yang digunakan untuk kepentingan investigasi dan pembuktian hukum. Bukti digital dapat berupa log sistem, rekaman CCTV, percakapan digital, dokumen elektronik, hingga data yang tersimpan pada perangkat elektronik seperti komputer, telepon seluler, maupun media penyimpanan lainnya.
Digital forensik memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dengan keamanan siber. Jika keamanan siber berfokus pada upaya pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan dari suatu insiden, maka digital forensik berperan untuk mengidentifikasi apa yang terjadi, bagaimana serangan dilakukan, kapan insiden terjadi, serta mengumpulkan dan menjaga integritas alat bukti digital yang dapat digunakan dalam proses hukum maupun perbaikan sistem keamanan.
Menguatkan Penegakan Hukum di Ruang Digital
Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang siber, berbagai tindak pidana kini meninggalkan jejak digital yang dapat menjadi alat bukti penting dalam proses penegakan hukum. Oleh karena itu, kompetensi digital forensik menjadi semakin relevan dalam mendukung proses penyidikan dan pembuktian perkara.
Dalam kuliah umum ini dijelaskan bahwa bukti elektronik telah memperoleh kedudukan yang semakin kuat dalam sistem hukum Indonesia. Informasi elektronik dan dokumen elektronik diakui sebagai alat bukti hukum yang sah sepanjang memenuhi persyaratan tertentu, seperti dapat diakses, ditampilkan, terjamin keutuhannya, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Peluang dan Tantangan Digital Forensik di Era Artificial Intelligence
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) turut membawa perubahan signifikan dalam dunia digital forensik. Teknologi AI kini mulai dimanfaatkan untuk membantu investigator memahami data dalam jumlah besar, mengelompokkan artefak digital secara otomatis, mendeteksi deepfake, hingga melakukan analisis awal terhadap malware secara lebih cepat dan efisien.
Namun demikian, kemajuan teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Munculnya konten deepfake yang semakin realistis, dokumen yang dihasilkan AI, bukti yang terenkripsi, hingga persoalan yurisdiksi data lintas negara menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para praktisi keamanan siber dan digital forensik.
Mempersiapkan Taruna Menjadi Talenta Siber Masa Depan
Penyelenggaraan kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen Poltek SSN dalam menyiapkan taruna yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan keamanan siber global. Melalui kegiatan ini, taruna tidak hanya memperoleh wawasan mengenai konsep dasar digital forensik dan regulasinya, tetapi juga memahami implementasinya dalam mendukung keamanan nasional, penegakan hukum, serta perlindungan masyarakat di ruang digital.
Melalui kuliah umum ini, Poltek SSN kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul di bidang siber dan persandian, yang siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara di era transformasi digital dan kecerdasan buatan.




