Poltek SSN Gelar Kuliah Umum dengan Tema “Implementasi Konsep C6ISR”
Bogor, 19 Agustus 2026 – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Implementasi Konsep C6ISR”. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Samuel Kowaas, M.Sc., CSBA., Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) sebagai narasumber dan M. Yusuf Bambang Setiadji, S.ST., M.Kom., Dosen Poltek SSN, sebagai moderator.
Kuliah umum ini menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi taruna untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi keamanan dan pertahanan, khususnya dalam menghadapi perubahan karakteristik operasi di era digital. Materi C6ISR juga relevan dengan perkembangan lingkungan strategis saat ini, ketika ruang siber tidak lagi sekadar menjadi pendukung, tetapi telah menjadi salah satu domain penting dalam operasi modern.
Dalam pengantarnya, Direktur Poltek SSN menekankan pentingnya memahami perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan keamanan yang semakin dinamis. Perkembangan masyarakat menuju Society 5.0 menunjukkan bahwa teknologi telah semakin terintegrasi dalam kehidupan manusia. Kondisi tersebut turut membawa perubahan pada karakteristik ancaman dan peperangan yang berkembang menuju penggunaan teknologi, informasi, dan ruang siber secara semakin intensif.
Materi yang disampaikan dalam kuliah umum kemudian mengangkat C6ISR (Command, Control, Communications, Computers, Cyber Defense, Combat Systems, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) sebagai konsep integrasi berbagai elemen untuk mendukung pengambilan keputusan dan pelaksanaan operasi secara lebih terintegrasi. Dalam konteks keamanan maritim, C6ISR menjadi penting karena Indonesia memiliki wilayah maritim yang luas dan menghadapi berbagai tantangan yang bersifat lintas-domain. Digitalisasi juga membuat operasi modern semakin bergantung pada data, jaringan, sensor, dan ketahanan siber.
Secara sederhana, C6ISR dapat dipahami sebagai sebuah pendekatan yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi dan kemampuan teknologi agar data dapat dikumpulkan, diolah, dianalisis, dan digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan. Konsep ini mencakup unsur komando dan kendali, komunikasi, komputer, pertahanan siber, sistem tempur, intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
Dalam perkembangannya, konsep tersebut merupakan evolusi dari Command and Control (C2) yang kemudian berkembang dengan penambahan unsur komunikasi, intelijen, komputer, surveillance and reconnaissance, cyber, hingga combat system. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kemampuan teknologi informasi dan keamanan siber semakin terintegrasi dalam mendukung proses pengambilan keputusan.
Salah satu aspek penting yang dibahas adalah siklus operasi yang meliputi proses Sense, Fuse, Understand, Decide, Act, dan Assess. Siklus tersebut menggambarkan bagaimana informasi dari berbagai sensor dan sumber data dapat dikumpulkan, dikorelasikan, dianalisis, digunakan untuk memahami situasi, kemudian menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan evaluasi.
Materi juga memperkenalkan arsitektur C6ISR yang terdiri atas beberapa lapisan, mulai dari sensor dan edge, jaringan dan transportasi data, data dan komputasi, command and control, hingga berbagai bentuk respons. Integrasi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan mengelola data dan memastikan keamanan setiap bagian dari ekosistem teknologi yang saling terhubung.
Dari perspektif keamanan siber, pembahasan C6ISR memberikan pemahaman bahwa gangguan terhadap satu komponen dapat memengaruhi kualitas informasi dan proses pengambilan keputusan secara keseluruhan. Ancaman terhadap sistem dapat berasal dari berbagai bentuk, termasuk gangguan elektromagnetik maupun serangan siber seperti kompromi kredensial, malware, manipulasi data, dan gangguan terhadap layanan.
Karena itu, penguatan ketahanan sistem menjadi bagian penting dalam implementasi C6ISR. Beberapa pendekatan yang dibahas antara lain penggunaan berbagai sumber data, ketahanan jaringan dan sistem komunikasi, penguatan identitas dan akses, perlindungan integritas data, pengamanan rantai pasok teknologi, serta pelaksanaan latihan dan pengujian untuk memastikan kesiapan menghadapi gangguan.
Bagi taruna Poltek SSN, kuliah umum ini memberikan perspektif yang lebih luas mengenai penerapan keilmuan siber dan persandian dalam lingkungan multi-domain. Pemahaman tersebut penting agar taruna tidak hanya memahami keamanan siber dari sisi teknis, tetapi juga mampu melihat keterkaitannya dengan data, komunikasi, sistem informasi, pengambilan keputusan, serta kebutuhan keamanan pada berbagai sektor strategis.
Melalui kegiatan ini, Poltek SSN terus mendorong pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademis dengan perkembangan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, taruna diharapkan memiliki wawasan yang lebih komprehensif, adaptif, dan mampu memahami peran keamanan siber dalam mendukung ketahanan nasional di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Poltek SSN Lantik dan Kukuhkan Sejumlah Pejabat untuk Perkuat Tata Kelola Organisasi
Bogor – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Satuan Pengawasan Internal, Pusat, Jurusan, Program Studi, dan Unit Penunjang di lingkungan Poltek SSN, Senin (10/8).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Direktur Poltek SSN, Laksamana Pertama TNI Ir. Arnoldus Triono, M.M., M.Tr. Opsla, CIQnR, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memastikan keberlangsungan fungsi dan layanan pendidikan di lingkungan Poltek SSN.
Dalam sambutannya, Direktur Poltek SSN menyampaikan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bukan sekadar seremonial administratif, melainkan menjadi bagian penting dalam proses peremajaan dan penguatan organisasi. Rotasi dan promosi jabatan diharapkan dapat menjaga dinamika organisasi serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Poltek SSN dalam mencetak sumber daya manusia keamanan siber yang unggul.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Poltek SSN juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugas tambahannya. Kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan amanah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan dan kemajuan pendidikan siber di Indonesia.
Sementara itu, kepada para pejabat yang menerima amanah baru, Direktur menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar tugas dan tanggung jawab yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan komitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi Poltek SSN untuk terus memperkuat kapasitas organisasi dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang keamanan siber. Dengan adanya penyegaran pada sejumlah posisi strategis, diharapkan setiap unit dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara semakin efektif serta berkontribusi terhadap pencapaian visi dan misi Poltek SSN.
Poltek SSN Terima Audiensi LPSK Bahas Penguatan Perspektif Akademis dalam Perlindungan terhadap Ancaman Digital
Bogor, 6 Agustus 2026 – Poltek SSN menerima audiensi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam rangka membahas penguatan perspektif akademis terkait perlindungan terhadap ancaman digital. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya LPSK dalam menyusun regulasi turunan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2026 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, khususnya mengenai perlindungan di ruang digital.
Audiensi ini menjadi forum diskusi antara LPSK dan Poltek SSN untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan ancaman digital serta tantangan yang dihadapi dalam memberikan perlindungan kepada saksi dan korban di era transformasi digital. Melalui diskusi tersebut, Poltek SSN memberikan masukan dari sudut pandang akademis terkait berbagai aspek keamanan siber yang dapat menjadi referensi dalam penyusunan regulasi.
Dalam kesempatan tersebut, Poltek SSN menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan kajian ilmiah yang objektif dan berbasis keilmuan. Selain itu, melalui Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Poltek SSN juga memiliki layanan kepakaran yang dapat mendukung berbagai bentuk konsultasi akademis, termasuk dalam pengembangan substansi kebijakan maupun regulasi di bidang keamanan siber.
Diskusi juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi keamanan digital di tengah tingginya penggunaan teknologi dan media sosial oleh masyarakat. Berbagai bentuk ancaman digital yang berkembang saat ini memerlukan pendekatan yang komprehensif, sehingga kebijakan perlindungan yang disusun nantinya diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus dapat diterapkan secara efektif.
Selain membahas aspek regulasi, kedua belah pihak turut berdiskusi mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah dalam memperkuat ekosistem keamanan siber nasional. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang tidak hanya memiliki landasan akademis yang kuat, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan implementasi di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, LPSK berencana mengundang Poltek SSN dalam forum diskusi lanjutan untuk memberikan masukan terhadap substansi perlindungan ancaman digital yang akan dituangkan dalam regulasi. Poltek SSN menyambut baik rencana tersebut sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kebijakan nasional di bidang keamanan siber.
Melalui kolaborasi ini, Poltek SSN terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan kepakaran di bidang keamanan siber serta kriptografi, sekaligus berkontribusi dalam penguatan tata kelola keamanan digital di Indonesia.
Poltek SSN dan Swiss German University Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pengembangan Keamanan Siber
Bogor – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) bersama Swiss German University (SGU) resmi memperkuat sinergi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang diselenggarakan pada Selasa (28/7). Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Poltek SSN, Rektor Swiss German University dan jajaran, serta perwakilan kerja sama dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Melalui kerja sama ini, kedua institusi berkomitmen untuk saling berbagi sumber daya dan keahlian guna menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan keamanan siber.
Pada kesempatan tersebut, Poltek SSN dan SGU menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama yang mencakup penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pertukaran dosen, serta pemanfaatan fasilitas laboratorium Security Operation Center (SOC) sebagai sarana pendukung pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber.
Selain penandatanganan kerja sama, kedua belah pihak juga membahas berbagai peluang implementasi kolaborasi yang dapat diwujudkan dalam waktu mendatang. Pembahasan tersebut mencakup pengembangan kegiatan akademik bersama, peningkatan pengalaman pembelajaran bagi sivitas akademika, hingga pemanfaatan fasilitas dan keahlian yang dimiliki masing-masing institusi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di bidang siber.
Dalam diskusi tersebut turut disampaikan perkembangan pembangunan Cyber Security Vocational Center (CSVC) di Poltek SSN yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA). Kehadiran CSVC diharapkan semakin memperkuat kapasitas Poltek SSN sebagai institusi pendidikan vokasi yang menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang keamanan siber sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai mitra strategis.
Melalui kerja sama ini, Poltek SSN dan SGU berharap dapat menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, pengembangan kompetensi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Sinergi antara institusi pendidikan tinggi, didukung oleh BSSN sebagai instansi pembina, diharapkan mampu berkontribusi dalam memperkuat ekosistem keamanan siber nasional dan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui lahirnya talenta-talenta siber yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, Poltek SSN Gelar Workshop dan Serah Terima Chatbot AI ASICK untuk Kabupaten Bogor
BOGOR – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor menyelenggarakan workshop sekaligus serah terima prototipe aplikasi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bernama ASICK.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Kominfo Kabupaten Bogor pada Senin (13/7/2026) ini dihadiri langsung oleh Direktur Poltek SSN, Arnoldus Triono, dan Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bogor, Ilham, S.H. Kerja sama ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Workshop dibuka dengan sambutan dari kedua instansi. Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bogor, Ilham,S.H. menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Poltek SSN atas terwujudnya kolaborasi strategis ini. Ia juga secara khusus mengapresiasi dosen pembimbing serta para taruna yang telah berhasil mengembangkan aplikasi ASICK.
“Semoga sinergi yang telah terjalin dengan sangat baik ini tidak berhenti di sini. Kami berharap Poltek SSN dapat terus bekerja sama dengan Diskominfo Kabupaten Bogor di masa mendatang, baik dalam hal pengembangan, pemeliharaan, maupun inovasi-inovasi baru lainnya,” ujar Ilham.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Poltek SSN, Arnoldus Triono, menegaskan komitmen kuat lembaga yang dipimpinnya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, prototipe chatbot ASICK ini merupakan salah satu bukti konkret kontribusi akademis terhadap pelayanan publik.
“Teknologi yang baik bukanlah teknologi yang paling canggih, melainkan teknologi yang paling dekat dengan kebutuhan masyarakat yang dilayaninya. Semoga ASICK Bogor menjadi langkah kecil yang membawa manfaat besar bagi layanan publik di Kabupaten Bogor,” pesan Arnoldus.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi workshop yang dipandu oleh Reza, Taruna Tingkat 4 Poltek SSN sekaligus pengembang utama yang meneliti sistem chatbot tersebut. Dalam paparannya, Reza menjelaskan berbagai aspek teknis terkait pemanfaatan, pengembangan, hingga rekayasa sistem yang diterapkan.
Aplikasi ASICK Bogor sendiri sebenarnya bukan hal baru bagi Diskominfo Kabupaten Bogor. Aplikasi ini sebelumnya pernah dipaparkan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) taruna Poltek SSN. Sejak pemaparan awal tersebut, tim taruna terus melakukan penyempurnaan metode dan pendalaman keilmuan untuk membangun sistem asisten chatbot yang lebih matang.
Selain keunggulan fitur, sistem ini juga dibekali dengan batasan keamanan yang ketat. Fitur keamanan ini berfungsi untuk menjaga kerahasiaan data, mencegah penyalahgunaan sistem, serta memastikan seluruh jawaban yang diberikan tetap bersumber dari dokumen resmi pemerintah.
Meski saat ini masih berstatus prototipe dan terus dikembangkan, kehadiran ASICK Bogor diharapkan dapat memberikan wawasan (insight) baru terkait pemanfaatan teknologi AI di lingkungan pemerintah. Terutama, dalam upaya Diskominfo Kabupaten Bogor meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang cepat dan konsisten, baik untuk pemangku kepentingan internal maupun eksternal.
Program Studi Rekayasa Keamanan Siber Poltek SSN Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi sebagai Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan
Ciseeng – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) melaksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Rekayasa Keamanan Siber (RKS) sebagai bagian dari proses evaluasi eksternal untuk menjamin dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kegiatan ini berlangsung selama 1-2 Juli 2026, dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra pengguna lulusan.
Asesmen lapangan dilaksanakan oleh tim asesor yang terdiri atas Bapak Rahmat Widia Sembiring, M.Sc.IT., Ph.D dan Ibu Dr. Yohana Dewi Lulu Widyasari, S.Si., M.T. Kehadiran kedua asesor disambut oleh jajaran pimpinan Poltek SSN sebelum memulai rangkaian kegiatan asesmen.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi di Auditorium Poltek SSN yang dihadiri oleh Direktur Poltek SSN, beserta pejabat akademik dan pejabat struktural Poltek SSN, serta tim akreditasi dan sivitas akademika terkait. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Poltek SSN menyampaikan komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, serta layanan akademik melalui budaya penjaminan mutu yang berkelanjutan.
Setelah pembukaan, tim asesor melakukan peninjauan terhadap berbagai fasilitas pendukung pembelajaran di lingkungan Poltek SSN, meliputi laboratorium, ruang kelas, perpustakaan, pusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, asrama mahasiswa, ruang makan, sarana ibadah, hingga laboratorium terpadu. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen akreditasi dengan kondisi nyata di lapangan sekaligus menilai kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung proses pendidikan.
Rangkaian asesmen juga mencakup pendalaman terhadap Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) melalui pembahasan setiap kriteria akreditasi. Tim asesor melakukan verifikasi bukti dukung serta berdiskusi secara mendalam dengan pimpinan unit, pengelola program studi, dan tim penyusun dokumen untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tata kelola, sumber daya, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta luaran Program Studi Rekayasa Keamanan Siber.
Pada hari kedua, asesmen dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra pengguna lulusan. Melalui sesi ini, asesor memperoleh informasi secara langsung mengenai pelaksanaan proses pembelajaran, kualitas layanan akademik, kompetensi lulusan, serta tingkat kepuasan para pemangku kepentingan terhadap penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Rekayasa Keamanan Siber. Selanjutnya, tim asesor melaksanakan penelaahan akhir terhadap seluruh hasil verifikasi sebelum menyampaikan draf berita acara asesmen kepada pimpinan unit pengelola program studi. Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara, penyampaian umpan balik serta rekomendasi pembinaan dari tim asesor sebagai bahan perbaikan dan pengembangan Program Studi Rekayasa Keamanan Siber ke depan.
Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi momentum penting bagi Poltek SSN untuk terus memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang keamanan siber. Melalui proses akreditasi yang objektif dan komprehensif, Poltek SSN berkomitmen menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan perkembangan keamanan siber di tingkat nasional maupun global.
Poltek SSN dan KOICA Bahas Perkembangan Pembangunan Gedung CSVC
Ciseeng, 24 Juni 2026 — National Cyber and Crypto Polytechnic (Poltek SSN) bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA) menyelenggarakan rapat koordinasi guna membahas perkembangan pembangunan gedung Cyber Security Vocational Center (CSVC). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Roebiono Kertopati, Poltek SSN.
Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk memperoleh pembaruan terkini mengenai progres pembangunan gedung CSVC sekaligus membahas berbagai aspek perencanaan pengembangan CSVC bertaraf internasional. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat diseminasi informasi serta pengembangan keilmuan dan kompetensi di bidang keamanan siber.
Dalam pertemuan ini, Direktur Poltek SSN, Ir. Arnoldus Triono, M.M., M.Tr.Opsla., CIQnR, bersama Kim Hyo Jin, Country Director KOICA Indonesia, menyampaikan pembaruan timeline pembangunan gedung CSVC beserta supporting unit yang telah dibangun agar CSVC dapat segera beroperasi. Selain itu, dibahas pula berbagai aspek proyek secara menyeluruh, meliputi pedoman umum operasional CSVC, kurikulum, platform pembelajaran, education equipment, pendirian CSVC (establishment of CSVC), system integration termasuk integration testing, serta pelaksanaan local training yang telah diselesaikan.
Selain pembahasan progres pembangunan, KOICA juga menyerahkan konsep pedoman operasional gedung CSVC yang akan digunakan setelah fasilitas tersebut selesai dibangun. Pedoman ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi serta rencana perubahan struktur yang sedang dipersiapkan.
Melalui koordinasi dan sinergi yang berkelanjutan, jajaran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Poltek SSN, dan KOICA berkomitmen untuk memastikan pembangunan CSVC dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan dalam mendukung pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan siber di Indonesia.
Ciseeng, 24 Juni 2026 – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA) mengadakan rapat koordinasi untuk membahas perkembangan pembangunan gedung Cyber Security Vocational Center (CSVC) yang bertempat di Gedung Roebiono Kertopati, Poltek SSN. Pertemuan ini bertujuan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai progres pembangunan sekaligus membahas berbagai kendala yang dihadapi selama penyelesaian proyek dari rencana awal.
Dalam pertemuan tersebut, tim KOICA menyampaikan perkembangan terbaru terkait pembangunan gedung CSVC. KOICA juga menyampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan proses serah terima proyek dari kontraktor kepada pihak KOICA. Selain membahas langkah-langkah percepatan pembangunan, diskusi juga mencakup dampak keterlambatan terhadap sejumlah program pendukung, serta mekanisme koordinasi dan pelaporan berkala guna mendukung akuntabilitas proyek. KOICA menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh terhadap kelanjutan dan penyelesaian proyek.
Kuliah Umum Poltek SSN: Memahami Peran Digital Forensik dalam Keamanan Siber dan Penegakan Hukum di Era Artificial Intelligence
Dalam menghadapi pesatnya transformasi digital, ancaman siber terus berkembang dengan tingkat kompleksitas yang semakin tinggi. Serangan ransomware, kebocoran data, penipuan daring, hingga manipulasi konten digital menjadi tantangan yang dihadapi oleh pemerintah, sektor industri, maupun masyarakat. Kondisi tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya mampu melindungi sistem informasi, tetapi juga memiliki kemampuan mengungkap dan menganalisis jejak digital sebagai alat pembuktian yang sah.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi taruna dalam menghadapi tantangan tersebut, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Peran Digital Forensik di Bidang Keamanan Siber dan Penegakan Hukum serta Perkembangannya di Era Artificial Intelligence” pada Rabu, 24 Juni 2026 di Auditorium Kolonel (Purn.) Sumarkidjo. Kegiatan ini menghadirkan Herman Feransiaku, Certified EC-Council Instructor (CEI) dan praktisi forensik digital serta keamanan siber, dengan moderator Jeckson Sidabutar, dosen Poltek SSN.
Digital Forensik: Pilar Penting dalam Investigasi Siber Modern
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa digital forensik merupakan proses identifikasi, akuisisi, preservasi, analisis, hingga pelaporan bukti digital yang digunakan untuk kepentingan investigasi dan pembuktian hukum. Bukti digital dapat berupa log sistem, rekaman CCTV, percakapan digital, dokumen elektronik, hingga data yang tersimpan pada perangkat elektronik seperti komputer, telepon seluler, maupun media penyimpanan lainnya.
Digital forensik memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dengan keamanan siber. Jika keamanan siber berfokus pada upaya pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan dari suatu insiden, maka digital forensik berperan untuk mengidentifikasi apa yang terjadi, bagaimana serangan dilakukan, kapan insiden terjadi, serta mengumpulkan dan menjaga integritas alat bukti digital yang dapat digunakan dalam proses hukum maupun perbaikan sistem keamanan.
Menguatkan Penegakan Hukum di Ruang Digital
Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang siber, berbagai tindak pidana kini meninggalkan jejak digital yang dapat menjadi alat bukti penting dalam proses penegakan hukum. Oleh karena itu, kompetensi digital forensik menjadi semakin relevan dalam mendukung proses penyidikan dan pembuktian perkara.
Dalam kuliah umum ini dijelaskan bahwa bukti elektronik telah memperoleh kedudukan yang semakin kuat dalam sistem hukum Indonesia. Informasi elektronik dan dokumen elektronik diakui sebagai alat bukti hukum yang sah sepanjang memenuhi persyaratan tertentu, seperti dapat diakses, ditampilkan, terjamin keutuhannya, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Peluang dan Tantangan Digital Forensik di Era Artificial Intelligence
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) turut membawa perubahan signifikan dalam dunia digital forensik. Teknologi AI kini mulai dimanfaatkan untuk membantu investigator memahami data dalam jumlah besar, mengelompokkan artefak digital secara otomatis, mendeteksi deepfake, hingga melakukan analisis awal terhadap malware secara lebih cepat dan efisien.
Namun demikian, kemajuan teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Munculnya konten deepfake yang semakin realistis, dokumen yang dihasilkan AI, bukti yang terenkripsi, hingga persoalan yurisdiksi data lintas negara menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para praktisi keamanan siber dan digital forensik.
Mempersiapkan Taruna Menjadi Talenta Siber Masa Depan
Penyelenggaraan kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen Poltek SSN dalam menyiapkan taruna yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan keamanan siber global. Melalui kegiatan ini, taruna tidak hanya memperoleh wawasan mengenai konsep dasar digital forensik dan regulasinya, tetapi juga memahami implementasinya dalam mendukung keamanan nasional, penegakan hukum, serta perlindungan masyarakat di ruang digital.
Melalui kuliah umum ini, Poltek SSN kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul di bidang siber dan persandian, yang siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara di era transformasi digital dan kecerdasan buatan.
Poltek SSN Terima Kunjungan Educational Tour SMA Taruna Nala Malang
BOGOR – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menyambut hangat kunjungan educational tour dari SMA Taruna Nala Malang pada Rabu (10/06). Sebanyak 260 siswa dan guru pendamping memenuhi Gedung Auditorium Poltek SSN dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung seru mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Direktur Poltek SSN, sambutan Kepala Sekolah SMA Taruna Nala, lalu dilanjutkan dengan pemaparan mengenai profil Poltek SSN oleh Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAAKK) dan turut memberikan informasi mendalam terkait prosedur pendaftaran dan jalur penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, para Ketua Jurusan pun ikut memperkenalkan keunggulan masing-masing program studi guna memberikan gambaran akademik bagi para siswa. Acara semakin inspiratif dengan adanya sesi berbagi (sharing session) bersama dua orang Taruna Poltek SSN yang merupakan alumni SMA Taruna Nala Malang.
Antusiasme tinggi menyelimuti suasana saat para siswa menampilkan yel-yel kebanggaan sekolah mereka dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan grup musik dari Taruna Poltek SSN, pembagian cendera mata, serta kuis interaktif yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh semangat.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperluas wawasan para siswa mengenai pendidikan tinggi kedinasan di bidang keamanan siber dan persandian. Melalui kegiatan ini, Poltek SSN berkomitmen untuk terus memperkenalkan eksistensi institusi kepada masyarakat luas, khususnya kepada generasi muda di tingkat SMA/K di seluruh Indonesia.
Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara Ikuti Kuliah Umum: Transformasi Perang Modern dan Peran Teknologi Siber dalam Konflik Global
Bogor, 29 April 2026 – Taruna Poltek SSN Tingkat 1, Tingkat III dan Tingkat IV mengikuti kegiatan kuliah umum dengan tema “Transformasi Perang Modern: Analisis Peran Teknologi Siber dan Geoteknologi dalam Konflik AS–Israel–Iran serta Pelajaran Strategis Bagi Indonesia” yang disampaikan oleh Dr. Ir. Yussi Perdana Saputera, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. Kegiatan ini dimoderatori oleh Mohamad Syahral, S.T., M.T. dan bertujuan memberikan wawasan strategis kepada para taruna mengenai perubahan paradigma peperangan modern yang kini tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik, namun juga kekuatan teknologi digital dan informasi.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa transformasi perang modern telah berkembang ke arah electronic warfare atau peperangan elektronika, yaitu penggunaan spektrum elektromagnetik untuk menyerang maupun mempertahankan diri dari ancaman musuh. Materi juga membahas peran penting teknologi siber dalam konflik modern, seperti pemanfaatan cyber warfare untuk intelijen, sabotase, serangan terhadap infrastruktur vital, hingga disinformasi digital. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana geoteknologi seperti satelit, GIS, GPS, drone, dan penginderaan jauh digunakan dalam pemantauan wilayah, pemetaan strategi tempur, hingga navigasi pasukan secara presisi. Narasumber juga menekankan pentingnya memahami dimensi geopolitik, khususnya bagaimana perebutan wilayah strategis dan sumber daya alam menjadi faktor utama dalam konflik internasional.

Tema kuliah umum ini dinilai sangat relevan dengan kondisi global saat ini, di mana perkembangan teknologi telah mengubah wajah peperangan menjadi semakin kompleks, cepat, dan multidomain. Ancaman terhadap suatu negara kini tidak hanya datang melalui invasi militer konvensional, tetapi juga melalui serangan siber, gangguan terhadap infrastruktur digital, penyebaran disinformasi, hingga peperangan berbasis teknologi tanpa kontak fisik langsung. Pemahaman terhadap dinamika ini menjadi penting agar generasi muda pertahanan mampu beradaptasi dan mempersiapkan strategi pertahanan nasional yang modern, responsif, serta berbasis teknologi.

Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan para taruna mampu meningkatkan wawasan strategis, memahami perkembangan ancaman global kontemporer, serta memiliki kesiapan untuk menjadi sumber daya pertahanan yang adaptif, inovatif, dan unggul dalam menghadapi tantangan perang modern di masa depan.













