Poltek SSN dan PT Tilaka Nusa Teknologi Jajaki Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Riset Kriptografi
Jakarta, 30 September 2026 — Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) terus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri dalam mendukung pengembangan talenta dan riset di bidang kriptografi. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penjajakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Poltek SSN dan PT Tilaka Nusa Teknologi di Jakarta Selatan, Rabu (30/9).
Pertemuan yang merupakan tindak lanjut kerja sama antara BSSN dan PT Tilaka Nusa Teknologi tersebut membahas peluang pengembangan sumber daya manusia di bidang kriptografi, khususnya untuk menjawab kebutuhan talenta industri yang semakin berkembang.
Poltek SSN menyampaikan sejumlah bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan, antara lain program magang taruna, riset bersama, serta pengembangan kompetensi. Program magang selama empat bulan berdasarkan kurikulum terbaru Poltek SSN menjadi salah satu peluang kerja sama yang direncanakan dapat dilaksanakan mulai tahun 2027.
Selain pengembangan talenta, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi dalam Post-Quantum Cryptography (PQC). PT Tilaka Nusa Teknologi berencana membangun laboratorium untuk mendukung persiapan migrasi PQC yang berpotensi dikolaborasikan dengan Poltek SSN melalui pemanfaatan laboratorium dan riset bersama.
Penguatan kerja sama di bidang PQC ini sejalan dengan pengembangan ekosistem riset Poltek SSN.
Kolaborasi dengan PT Tilaka Nusa Teknologi menjadi bagian dari langkah Poltek SSN dalam memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi, riset, dan kebutuhan industri. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung lahirnya talenta unggul di bidang kriptografi sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekosistem keamanan siber nasional.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan melakukan pendalaman konsep dan ruang lingkup kerja sama sebagai bahan penyusunan PKS







WISUDA SARJANA TERAPAN POLITEKNIK SIBER DAN SANDI NEGARA TAHUN AKADEMIK 2025/2026
Depok, 22 September 2026 – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menyelenggarakan Wisuda Taruna Angkatan 21 di Auditorium Roebiono Kertopati, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Selain keluarga wisudawan, Poltek SSN juga mengundang Kepala BSSN beserta jajaran serta beberapa perwakilan stakeholder Poltek SSN.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Terapan Tahun Akademik 2025/2026 oleh Ketua Senat Poltek SSN. Selanjutnya, Direktur Poltek SSN, Laksamana Pertama TNI Ir. Arnoldus Triono, M.M., M.Tr.Opsla., IPU., CIQnR., CIQaR., yang menyampaikan Laporan Pendidikan kepada Kepala BSSN dan para undangan. Dalam laporannya, beliau menuturkan sejumlah capaian Poltek SSN yang di antaranya adalah capaian pendidikan, penelitian, dan pembinaan taruna, seperti peningkatan mutu pendidikan akademik berupa evaluasi kurikulum Outcome Based Education dengan total 156 SKS dan menambahkan materi pembelajaran Peperangan Elektronika (Pernika), perolehan akreditasi unggul untuk Program Studi Rekayasa Keamanan Siber (RKS), kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat berupa perolehan 17 HKI, kegiatan Latsitadarnus 2026, penerbitan buku yang berkaitan dengan keamanan siber dan sandi, peningkatan kualitas tata kelola berupa penerapan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), kerja sama kemitraan strategis dengan 17 perjanjian kerja sama aktif, 12 skala nasional, dan 3 skala internasional, serta optimalisasi layanan digital pendidikan sehingga Poltek SSN dapat meluluskan sebanyak 95 Taruna yang berhasil diwisuda dan menyandang gelar S.Tr.Kom, dengan total 32 di antaranya meraih predikat Pujian serta penghargaan Paroksharta Cendekia.
Acara wisuda diisi dengan orasi ilmiah dari dua narasumber yaitu dari Bapak Teuku Riefky Harsya, B.Sc., M.T. selaku Menteri Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang membawakan materi tentang Masa Depan Industri Kreatif Indonesia dan kaitannya dengan Keamanan Siber sebagai Kunci Pertumbuhan Nasional, dan dari Ibu Rini Widyantini, S.H., M.P.M. selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang membawakan materi tentang Talenta Siber yang Adaptif untuk Mengawal Transformasi Digital Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han., menegaskan bahwa wisuda ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian sebagai Aparatur Negara Ksatria Perisai di bidang keamanan siber dan sandi nasional untuk mendukung pemerintahan digital di Indonesia.
Selanjutnya dilakukan prosesi wisuda, pembacaan janji wisudawan, dan sebagai bentuk peningkatan mutu kompetensi, para wisudawan juga turut menerima sertifikat kompetensi secara simbolik pada enam skema sertifikasi bidang keamanan siber dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi BSSN. Sidang Senat Terbuka Poltek SSN kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan prosesi Senat meninggalkan ruang sidang. Pada penghujung acara, wisuda disemarakkan dengan penayangan video Kaleidoskop Perjalanan Aksara, STSN, hingga Poltek SSN, serta penampilan kolaborasi paduan suara, kolintang, dan angklung yang dibawakan oleh Taruna Poltek SSN.
Setelah acara Wisuda Poltek SSN Tahun Akademik 2025/2026 ini terdapat acara Serah Terima Lulusan Poltek SSN Angkatan 21 ke BSSN oleh Direktur Poltek SSN ke Sekretaris Utama BSSN, Bapak Soetedjo Joewono, S.E., M.M. kemudian dilanjutkan dengan acara Penandatanganan Pakta Integritas oleh Direktur Poltek SSN dan Inspektur BSSN, Bapak Sri Sutanto, S.E., M.Si. dalam rangka Pencanangan Zona Integritas Poltek SSN untuk menuju Wilayah Bebas Korupsi.

















Poltek SSN Gelar Workshop Penguatan Keamanan Siber di PPI Curug
Curug, 7 September 2026 — Politeknik Siber dan Sandi Negara melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui Workshop Penguatan Keamanan Siber di Lingkungan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Senin (7/9). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium PPI Curug ini mengusung tema “Desain Pengamanan Siber di Sekolah Kedinasan PPI Curug.”
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Poltek SSN dan PPI Curug dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran keamanan siber di lingkungan pendidikan. Kolaborasi ini sejalan dengan semakin pentingnya aspek keamanan informasi dalam mendukung berbagai proses bisnis pendidikan yang telah memanfaatkan aplikasi dan infrastruktur teknologi informasi.
Kegiatan dihadiri oleh Direktur Poltek SSN, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan PPI Curug, Kepala BAAK PPI Curug, Kepala Pusat PPM PPI Curug, tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltek SSN, dosen dan pengasuh PPI Curug, serta perwakilan pengurus Resimen Taruna.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur III PPI Curug menyampaikan pentingnya kerja sama antara PPI Curug dan Poltek SSN sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas dan pemahaman keamanan siber di lingkungan PPI Curug.
Sementara itu, Direktur Poltek SSN menekankan pentingnya perhatian terhadap keamanan siber, khususnya pada sektor penerbangan. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat perlu diiringi dengan kesiapan dalam menghadapi berbagai resiko dan ancaman siber yang terus berkembang.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim PKM Poltek SSN. Materi yang disampaikan mencakup praktik pengelolaan data dan akun, pengamanan aplikasi dan infrastruktur teknologi informasi, serta audit keamanan informasi. Peserta juga mendapatkan pemahaman melalui demonstrasi mengenai risiko pengambilalihan akun dengan memanfaatkan pendekatan social engineering.
Materi tersebut selaras dengan tujuan kegiatan PKM, yaitu meningkatkan pemahaman mengenai ancaman dan risiko keamanan siber, perlindungan data dan informasi, serta prinsip pengamanan aplikasi, data, dan infrastruktur teknologi informasi.
Selain penguatan literasi keamanan siber, tim PKM Poltek SSN turut memperkenalkan prototipe Sistem Informasi (SI) Pengasuhan yang dikembangkan untuk mendukung proses pengasuhan di lingkungan PPI Curug. Pengembangan sistem tersebut direncanakan dapat diselesaikan pada Oktober 2026.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi antara tim Poltek SSN dan sivitas PPI Curug. Sesi ini menjadi ruang untuk bertukar pengalaman serta membahas kebutuhan dan tantangan keamanan siber yang dihadapi dalam lingkungan kerja pendidikan, sebagaimana salah satu tujuan workshop untuk mendorong praktik pengamanan siber yang dapat diterapkan secara sederhana, konsisten, dan berkelanjutan.
Perkuat Kolaborasi Poltek SSN dan PPI Curug
Pelaksanaan Workshop Penguatan Keamanan Siber menjadi salah satu bentuk penguatan kerja sama antara Poltek SSN dan PPI Curug. Kolaborasi kedua institusi sebelumnya telah mencakup pertukaran dosen dan penelitian kolaboratif.
Ke depan, kerja sama akan dilanjutkan melalui penyelesaian pengembangan SI Pengasuhan serta pelaksanaan audit keamanan, sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan teknologi informasi yang lebih aman di lingkungan PPI Curug.
Melalui kegiatan ini, Poltek SSN terus mendorong pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan dalam membangun kesadaran dan praktik keamanan siber yang semakin baik.












Poltek SSN dan KOICA Bahas Tindak Lanjut Pembangunan Gedung CSVC
Ciseeng, 4 September 2026 — Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA) kembali menyelenggarakan rapat koordinasi guna membahas perkembangan dan tindak lanjut pembangunan gedung Cyber Security Vocational Center (CSVC). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Roebiono Kertopati, Poltek SSN.
Pertemuan yang dibuka langsung oleh Direktur Poltek SSN, Ir. Arnoldus Triono, M.M., M.Tr.Opsla., CIQnR, ini bertujuan untuk memperoleh pembaruan terkini mengenai progres konstruksi gedung CSVC. Rapat ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di antaranya Inspektur BSSN dan Kepala Biro Umum, jajaran pimpinan beserta bagian terkait di lingkungan Poltek SSN, serta perwakilan dari KOICA Indonesia Office.
Dalam pertemuan tersebut, tim KOICA menyampaikan perkembangan terbaru terkait pembangunan gedung CSVC. Pembahasan difokuskan pada evaluasi progres saat ini dan penyusunan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan pengerjaan proyek. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh tahapan pembangunan dapat terus berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target penyelesaian yang telah direncanakan.
Selain membahas progres pembangunan, diskusi juga mencakup penguatan mekanisme koordinasi dan pengawasan. Kedua belah pihak menyepakati peningkatan intensitas monitoring melalui pelaporan progres secara berkala setiap hari dan peninjauan langsung ke lokasi proyek yang akan dilakukan setiap minggu. Peningkatan pengawasan ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan proyek tercatat dengan baik guna mendukung akuntabilitas, kelengkapan dokumentasi untuk tahapan serah-terima, dan keperluan audit di masa mendatang.
Melalui sinergi dan komunikasi yang berkelanjutan, jajaran BSSN, Poltek SSN, dan KOICA berkomitmen penuh untuk memastikan pembangunan CSVC dapat diselesaikan dengan kualitas terbaik. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan keamanan siber bertaraf internasional yang akan memberikan manfaat nyata dalam mencetak talenta unggul di Indonesia.
Poltek SSN dan Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan Perkuat Sinergi Keamanan Siber melalui Kerja Sama dan Literasi Digital
Kalimantan Selatan (27 Agustus 2026) — Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat sinergi dalam bidang keamanan siber melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama mengenai pelaksanaan PKL taruna Poltek SSN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Diskominfo Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi sekaligus pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Poltek SSN dan Literasi Keamanan Siber di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang mengangkat tema “Cerdas di Ruang Digital: Waspada Judol, Pinjol dan Lindungi Data Pribadi.”
Kegiatan literasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya aparatur pemerintah, terhadap berbagai risiko dan ancaman yang semakin berkembang di ruang digital. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan teknologi serta mengenali berbagai modus dan risiko yang berkaitan dengan judi online (judol), pinjaman online ilegal (pinjol), dan penyalahgunaan data pribadi.
Selain memahami ancaman digital, peserta juga didorong untuk menerapkan cyber hygiene dalam aktivitas sehari-hari, antara lain dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, mengaktifkan autentikasi multifaktor, berhati-hati terhadap tautan maupun pesan mencurigakan, serta tidak sembarangan membagikan informasi pribadi.
Melalui kegiatan ini, Poltek SSN turut berkontribusi dalam membangun budaya keamanan siber yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknologi, tetapi juga pada peningkatan kesadaran, kewaspadaan, dan perilaku aman setiap individu dalam beraktivitas di ruang digital.
Sinergi antara Poltek SSN dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ekosistem pemerintahan digital yang aman, tangguh, dan terpercaya.
Poltek SSN Gelar Kuliah Umum dengan Tema “Implementasi Konsep C6ISR”
Bogor, 19 Agustus 2026 – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Implementasi Konsep C6ISR”. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Samuel Kowaas, M.Sc., CSBA., Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) sebagai narasumber dan M. Yusuf Bambang Setiadji, S.ST., M.Kom., Dosen Poltek SSN, sebagai moderator.
Kuliah umum ini menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi taruna untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi keamanan dan pertahanan, khususnya dalam menghadapi perubahan karakteristik operasi di era digital. Materi C6ISR juga relevan dengan perkembangan lingkungan strategis saat ini, ketika ruang siber tidak lagi sekadar menjadi pendukung, tetapi telah menjadi salah satu domain penting dalam operasi modern.
Dalam pengantarnya, Direktur Poltek SSN menekankan pentingnya memahami perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan keamanan yang semakin dinamis. Perkembangan masyarakat menuju Society 5.0 menunjukkan bahwa teknologi telah semakin terintegrasi dalam kehidupan manusia. Kondisi tersebut turut membawa perubahan pada karakteristik ancaman dan peperangan yang berkembang menuju penggunaan teknologi, informasi, dan ruang siber secara semakin intensif.
Materi yang disampaikan dalam kuliah umum kemudian mengangkat C6ISR (Command, Control, Communications, Computers, Cyber Defense, Combat Systems, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) sebagai konsep integrasi berbagai elemen untuk mendukung pengambilan keputusan dan pelaksanaan operasi secara lebih terintegrasi. Dalam konteks keamanan maritim, C6ISR menjadi penting karena Indonesia memiliki wilayah maritim yang luas dan menghadapi berbagai tantangan yang bersifat lintas-domain. Digitalisasi juga membuat operasi modern semakin bergantung pada data, jaringan, sensor, dan ketahanan siber.
Secara sederhana, C6ISR dapat dipahami sebagai sebuah pendekatan yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi dan kemampuan teknologi agar data dapat dikumpulkan, diolah, dianalisis, dan digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan. Konsep ini mencakup unsur komando dan kendali, komunikasi, komputer, pertahanan siber, sistem tempur, intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
Dalam perkembangannya, konsep tersebut merupakan evolusi dari Command and Control (C2) yang kemudian berkembang dengan penambahan unsur komunikasi, intelijen, komputer, surveillance and reconnaissance, cyber, hingga combat system. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kemampuan teknologi informasi dan keamanan siber semakin terintegrasi dalam mendukung proses pengambilan keputusan.
Salah satu aspek penting yang dibahas adalah siklus operasi yang meliputi proses Sense, Fuse, Understand, Decide, Act, dan Assess. Siklus tersebut menggambarkan bagaimana informasi dari berbagai sensor dan sumber data dapat dikumpulkan, dikorelasikan, dianalisis, digunakan untuk memahami situasi, kemudian menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan evaluasi.
Materi juga memperkenalkan arsitektur C6ISR yang terdiri atas beberapa lapisan, mulai dari sensor dan edge, jaringan dan transportasi data, data dan komputasi, command and control, hingga berbagai bentuk respons. Integrasi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan mengelola data dan memastikan keamanan setiap bagian dari ekosistem teknologi yang saling terhubung.
Dari perspektif keamanan siber, pembahasan C6ISR memberikan pemahaman bahwa gangguan terhadap satu komponen dapat memengaruhi kualitas informasi dan proses pengambilan keputusan secara keseluruhan. Ancaman terhadap sistem dapat berasal dari berbagai bentuk, termasuk gangguan elektromagnetik maupun serangan siber seperti kompromi kredensial, malware, manipulasi data, dan gangguan terhadap layanan.
Karena itu, penguatan ketahanan sistem menjadi bagian penting dalam implementasi C6ISR. Beberapa pendekatan yang dibahas antara lain penggunaan berbagai sumber data, ketahanan jaringan dan sistem komunikasi, penguatan identitas dan akses, perlindungan integritas data, pengamanan rantai pasok teknologi, serta pelaksanaan latihan dan pengujian untuk memastikan kesiapan menghadapi gangguan.
Bagi taruna Poltek SSN, kuliah umum ini memberikan perspektif yang lebih luas mengenai penerapan keilmuan siber dan persandian dalam lingkungan multi-domain. Pemahaman tersebut penting agar taruna tidak hanya memahami keamanan siber dari sisi teknis, tetapi juga mampu melihat keterkaitannya dengan data, komunikasi, sistem informasi, pengambilan keputusan, serta kebutuhan keamanan pada berbagai sektor strategis.
Melalui kegiatan ini, Poltek SSN terus mendorong pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademis dengan perkembangan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, taruna diharapkan memiliki wawasan yang lebih komprehensif, adaptif, dan mampu memahami peran keamanan siber dalam mendukung ketahanan nasional di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Poltek SSN Lantik dan Kukuhkan Sejumlah Pejabat untuk Perkuat Tata Kelola Organisasi
Bogor – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Satuan Pengawasan Internal, Pusat, Jurusan, Program Studi, dan Unit Penunjang di lingkungan Poltek SSN, Senin (10/8).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Direktur Poltek SSN, Laksamana Pertama TNI Ir. Arnoldus Triono, M.M., M.Tr. Opsla, CIQnR, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memastikan keberlangsungan fungsi dan layanan pendidikan di lingkungan Poltek SSN.
Dalam sambutannya, Direktur Poltek SSN menyampaikan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bukan sekadar seremonial administratif, melainkan menjadi bagian penting dalam proses peremajaan dan penguatan organisasi. Rotasi dan promosi jabatan diharapkan dapat menjaga dinamika organisasi serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Poltek SSN dalam mencetak sumber daya manusia keamanan siber yang unggul.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Poltek SSN juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugas tambahannya. Kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan amanah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan dan kemajuan pendidikan siber di Indonesia.
Sementara itu, kepada para pejabat yang menerima amanah baru, Direktur menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar tugas dan tanggung jawab yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan komitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi Poltek SSN untuk terus memperkuat kapasitas organisasi dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang keamanan siber. Dengan adanya penyegaran pada sejumlah posisi strategis, diharapkan setiap unit dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara semakin efektif serta berkontribusi terhadap pencapaian visi dan misi Poltek SSN.
Poltek SSN Terima Audiensi LPSK Bahas Penguatan Perspektif Akademis dalam Perlindungan terhadap Ancaman Digital
Bogor, 6 Agustus 2026 – Poltek SSN menerima audiensi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam rangka membahas penguatan perspektif akademis terkait perlindungan terhadap ancaman digital. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya LPSK dalam menyusun regulasi turunan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2026 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, khususnya mengenai perlindungan di ruang digital.
Audiensi ini menjadi forum diskusi antara LPSK dan Poltek SSN untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan ancaman digital serta tantangan yang dihadapi dalam memberikan perlindungan kepada saksi dan korban di era transformasi digital. Melalui diskusi tersebut, Poltek SSN memberikan masukan dari sudut pandang akademis terkait berbagai aspek keamanan siber yang dapat menjadi referensi dalam penyusunan regulasi.
Dalam kesempatan tersebut, Poltek SSN menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan kajian ilmiah yang objektif dan berbasis keilmuan. Selain itu, melalui Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Poltek SSN juga memiliki layanan kepakaran yang dapat mendukung berbagai bentuk konsultasi akademis, termasuk dalam pengembangan substansi kebijakan maupun regulasi di bidang keamanan siber.
Diskusi juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi keamanan digital di tengah tingginya penggunaan teknologi dan media sosial oleh masyarakat. Berbagai bentuk ancaman digital yang berkembang saat ini memerlukan pendekatan yang komprehensif, sehingga kebijakan perlindungan yang disusun nantinya diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus dapat diterapkan secara efektif.
Selain membahas aspek regulasi, kedua belah pihak turut berdiskusi mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah dalam memperkuat ekosistem keamanan siber nasional. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang tidak hanya memiliki landasan akademis yang kuat, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan implementasi di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, LPSK berencana mengundang Poltek SSN dalam forum diskusi lanjutan untuk memberikan masukan terhadap substansi perlindungan ancaman digital yang akan dituangkan dalam regulasi. Poltek SSN menyambut baik rencana tersebut sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kebijakan nasional di bidang keamanan siber.
Melalui kolaborasi ini, Poltek SSN terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan kepakaran di bidang keamanan siber serta kriptografi, sekaligus berkontribusi dalam penguatan tata kelola keamanan digital di Indonesia.
Poltek SSN dan Swiss German University Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pengembangan Keamanan Siber
Bogor – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) bersama Swiss German University (SGU) resmi memperkuat sinergi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang diselenggarakan pada Selasa (28/7). Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Poltek SSN, Rektor Swiss German University dan jajaran, serta perwakilan kerja sama dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Melalui kerja sama ini, kedua institusi berkomitmen untuk saling berbagi sumber daya dan keahlian guna menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan keamanan siber.
Pada kesempatan tersebut, Poltek SSN dan SGU menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama yang mencakup penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pertukaran dosen, serta pemanfaatan fasilitas laboratorium Security Operation Center (SOC) sebagai sarana pendukung pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber.
Selain penandatanganan kerja sama, kedua belah pihak juga membahas berbagai peluang implementasi kolaborasi yang dapat diwujudkan dalam waktu mendatang. Pembahasan tersebut mencakup pengembangan kegiatan akademik bersama, peningkatan pengalaman pembelajaran bagi sivitas akademika, hingga pemanfaatan fasilitas dan keahlian yang dimiliki masing-masing institusi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di bidang siber.
Dalam diskusi tersebut turut disampaikan perkembangan pembangunan Cyber Security Vocational Center (CSVC) di Poltek SSN yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA). Kehadiran CSVC diharapkan semakin memperkuat kapasitas Poltek SSN sebagai institusi pendidikan vokasi yang menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang keamanan siber sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai mitra strategis.
Melalui kerja sama ini, Poltek SSN dan SGU berharap dapat menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, pengembangan kompetensi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Sinergi antara institusi pendidikan tinggi, didukung oleh BSSN sebagai instansi pembina, diharapkan mampu berkontribusi dalam memperkuat ekosistem keamanan siber nasional dan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui lahirnya talenta-talenta siber yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, Poltek SSN Gelar Workshop dan Serah Terima Chatbot AI ASICK untuk Kabupaten Bogor
BOGOR – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor menyelenggarakan workshop sekaligus serah terima prototipe aplikasi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bernama ASICK.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Kominfo Kabupaten Bogor pada Senin (13/7/2026) ini dihadiri langsung oleh Direktur Poltek SSN, Arnoldus Triono, dan Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bogor, Ilham, S.H. Kerja sama ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Workshop dibuka dengan sambutan dari kedua instansi. Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bogor, Ilham,S.H. menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Poltek SSN atas terwujudnya kolaborasi strategis ini. Ia juga secara khusus mengapresiasi dosen pembimbing serta para taruna yang telah berhasil mengembangkan aplikasi ASICK.
“Semoga sinergi yang telah terjalin dengan sangat baik ini tidak berhenti di sini. Kami berharap Poltek SSN dapat terus bekerja sama dengan Diskominfo Kabupaten Bogor di masa mendatang, baik dalam hal pengembangan, pemeliharaan, maupun inovasi-inovasi baru lainnya,” ujar Ilham.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Poltek SSN, Arnoldus Triono, menegaskan komitmen kuat lembaga yang dipimpinnya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, prototipe chatbot ASICK ini merupakan salah satu bukti konkret kontribusi akademis terhadap pelayanan publik.
“Teknologi yang baik bukanlah teknologi yang paling canggih, melainkan teknologi yang paling dekat dengan kebutuhan masyarakat yang dilayaninya. Semoga ASICK Bogor menjadi langkah kecil yang membawa manfaat besar bagi layanan publik di Kabupaten Bogor,” pesan Arnoldus.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi workshop yang dipandu oleh Reza, Taruna Tingkat 4 Poltek SSN sekaligus pengembang utama yang meneliti sistem chatbot tersebut. Dalam paparannya, Reza menjelaskan berbagai aspek teknis terkait pemanfaatan, pengembangan, hingga rekayasa sistem yang diterapkan.
Aplikasi ASICK Bogor sendiri sebenarnya bukan hal baru bagi Diskominfo Kabupaten Bogor. Aplikasi ini sebelumnya pernah dipaparkan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) taruna Poltek SSN. Sejak pemaparan awal tersebut, tim taruna terus melakukan penyempurnaan metode dan pendalaman keilmuan untuk membangun sistem asisten chatbot yang lebih matang.
Selain keunggulan fitur, sistem ini juga dibekali dengan batasan keamanan yang ketat. Fitur keamanan ini berfungsi untuk menjaga kerahasiaan data, mencegah penyalahgunaan sistem, serta memastikan seluruh jawaban yang diberikan tetap bersumber dari dokumen resmi pemerintah.
Meski saat ini masih berstatus prototipe dan terus dikembangkan, kehadiran ASICK Bogor diharapkan dapat memberikan wawasan (insight) baru terkait pemanfaatan teknologi AI di lingkungan pemerintah. Terutama, dalam upaya Diskominfo Kabupaten Bogor meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang cepat dan konsisten, baik untuk pemangku kepentingan internal maupun eksternal.












