Wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, Poltek SSN Gelar Workshop dan Serah Terima Chatbot AI ASICK untuk Kabupaten Bogor
BOGOR – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor menyelenggarakan workshop sekaligus serah terima prototipe aplikasi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bernama ASICK.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Kominfo Kabupaten Bogor pada Senin (13/7/2026) ini dihadiri langsung oleh Direktur Poltek SSN, Arnoldus Triono, dan Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bogor, Ilham, S.H. Kerja sama ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Workshop dibuka dengan sambutan dari kedua instansi. Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bogor, Ilham,S.H. menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Poltek SSN atas terwujudnya kolaborasi strategis ini. Ia juga secara khusus mengapresiasi dosen pembimbing serta para taruna yang telah berhasil mengembangkan aplikasi ASICK.
“Semoga sinergi yang telah terjalin dengan sangat baik ini tidak berhenti di sini. Kami berharap Poltek SSN dapat terus bekerja sama dengan Diskominfo Kabupaten Bogor di masa mendatang, baik dalam hal pengembangan, pemeliharaan, maupun inovasi-inovasi baru lainnya,” ujar Ilham.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Poltek SSN, Arnoldus Triono, menegaskan komitmen kuat lembaga yang dipimpinnya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, prototipe chatbot ASICK ini merupakan salah satu bukti konkret kontribusi akademis terhadap pelayanan publik.
“Teknologi yang baik bukanlah teknologi yang paling canggih, melainkan teknologi yang paling dekat dengan kebutuhan masyarakat yang dilayaninya. Semoga ASICK Bogor menjadi langkah kecil yang membawa manfaat besar bagi layanan publik di Kabupaten Bogor,” pesan Arnoldus.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi workshop yang dipandu oleh Reza, Taruna Tingkat 4 Poltek SSN sekaligus pengembang utama yang meneliti sistem chatbot tersebut. Dalam paparannya, Reza menjelaskan berbagai aspek teknis terkait pemanfaatan, pengembangan, hingga rekayasa sistem yang diterapkan.
Aplikasi ASICK Bogor sendiri sebenarnya bukan hal baru bagi Diskominfo Kabupaten Bogor. Aplikasi ini sebelumnya pernah dipaparkan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) taruna Poltek SSN. Sejak pemaparan awal tersebut, tim taruna terus melakukan penyempurnaan metode dan pendalaman keilmuan untuk membangun sistem asisten chatbot yang lebih matang.
Selain keunggulan fitur, sistem ini juga dibekali dengan batasan keamanan yang ketat. Fitur keamanan ini berfungsi untuk menjaga kerahasiaan data, mencegah penyalahgunaan sistem, serta memastikan seluruh jawaban yang diberikan tetap bersumber dari dokumen resmi pemerintah.
Meski saat ini masih berstatus prototipe dan terus dikembangkan, kehadiran ASICK Bogor diharapkan dapat memberikan wawasan (insight) baru terkait pemanfaatan teknologi AI di lingkungan pemerintah. Terutama, dalam upaya Diskominfo Kabupaten Bogor meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang cepat dan konsisten, baik untuk pemangku kepentingan internal maupun eksternal.




