Politeknik Siber dan Sandi Negara Gelar Kuliah Umum Bertajuk “Electronic Warfare”
Bogor, 4 Maret 2026 – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum Poltek SSN Tahun 2026 bertema “Electronic Warfare” yang bertempat di Auditorium Kolonel Infanteri Sumarkidjo Poltek SSN, Bogor.
Kegiatan diawali dengan penampilan musik dari Taruna Poltek SSN. Selanjutnya, Direktur Poltek SSN, Laksamana Pertama TNI Ir. Arnoldus Triono, M.M., M.Tr. Opsla., CIQnR., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai peperangan elektronika serta transformasi ancaman di era digital.
Memasuki sesi pemaparan materi, materi pertama disampaikan oleh Kolonel CKE Mohamad Nazar, Direktur Pembinaan Komunikasi Pusat Komunikasi dan Elektronika TNI Angkatan Darat (Dirbinkom Puskomlekad). Dalam paparannya mengenai Peperangan Elektronika (Pernika), ia memberikan gambaran tentang konsep operasi Pernika sebagai dasar penggunaan dan penerapannya dalam berbagai bentuk operasi militer.
Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa “electronic warfare is the fight for control of the electromagnetic spectrum”, yang berarti penguasaan spektrum elektromagnetik menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan operasi militer.
Materi kedua disampaikan oleh Alfian Linux (Alfian Bin Ismail Kasem), CEO Xtend Integrasi Indonesia, yang membahas keterkaitan antara electronic warfare dan ketahanan infrastruktur digital. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan konflik tidak lagi terbatas pada medan tempur fisik, tetapi telah merambah ke ranah digital.
Menurutnya, pergeseran perang dari medan tempur fisik ke domain digital menuntut kesiapan sumber daya manusia yang memahami aspek teknis sekaligus strategis. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, industri, dan sektor pertahanan dalam membangun ketahanan infrastruktur digital nasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyerahan plakat kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan kepada Taruna dan Taruni Poltek SSN. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh narasumber dan peserta kegiatan.
Kegiatan ini diikuti oleh 276 Taruna dan Taruni Poltek SSN sebagai bagian dari penguatan wawasan strategis di bidang pertahanan dan keamanan siber.
Kepala Staf Angkat Laut (KASAL) Apresiasi Penampilan Taruna Poltek SSN pada Kegiatan Penghargaan Adibhakti Sanapati dan Ceramah Umum Transformasi Digital TNI AL di BSSN
Depok – Bertempat di Auditorium Roebiono Kertopati Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), 27 Februari 2026, telah dilaksanakan Penganugerahan Penghargaan Adibhakti Sanapati dan Ceramah Umum Kepala Staf Angkatan Laut. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Dr.Muhammad Ali, S.E., MM., M.Tr.Opsla., sebagai penerima penghargaan sekaligus narasumber dalam ceramah umum bertajuk “Transformasi Digital & Penguatan Keamanan Siber TNI Angkatan Laut.”
Kasal tiba di lokasi kegiatan dan disambut oleh Drumband Gita Lokananta Paroksharta Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) yang bertugas dalam prosesi penyambutan. Memasuki ruang auditorium, Kasal bersama Kepala BSSN menerima jajaran kehormatan Pedang Kadga Pora dari Taruna Poltek SSN.

Acara diawali dengan pengantar penganugerahan Penghargaan Adibhakti Sanapati dan pembacaan daftar riwayat hidup Laksamana TNI Dr.Muhammad Ali, S.E., MM., M.Tr.Opsla. oleh Direktur Poltek SSN, Laksamana Pertama (TNI) Ir. Arnoldus Triono, M.M., M.Tr.Opsla., CIQnR. Selanjutnya, Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han., menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara BSSN dan TNI Angkatan Laut dalam menghadapi tantangan keamanan siber. Ia menyampaikan harapannya agar kolaborasi yang terjalin dapat memperkuat kesiapan pertahanan siber, khususnya dalam mendukung operasi laut.

Momen puncak kegiatan berlangsung saat Kepala BSSN menganugerahkan Tanda Penghargaan Adibhakti Sanapati kepada Kasal. Penganugerahan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi dan sinergi yang telah terjalin antara TNI Angkatan Laut dan BSSN dalam penguatan keamanan siber dan persandian nasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah umum oleh Kasal. Dalam pemaparannya, Kasal menyampaikan bahwa transformasi digital di lingkungan TNI Angkatan Laut merupakan bagian dari upaya modernisasi pertahanan. Menurutnya, penguatan pertahanan tidak hanya bertumpu pada alat utama sistem persenjataan, tetapi juga pada ketahanan sistem informasi, keamanan jaringan, serta kesiapan sumber daya manusia di bidang siber.

Dalam kesempatan tersebut, Kasal juga menyampaikan apresiasi kepada Taruna Poltek SSN yang terlibat dalam rangkaian kegiatan. “Terima kasih atas sambutan yang telah diberikan oleh Taruna Poltek SSN pada kegiatan ini,” ujar Kasal.
Kasal menambahkan bahwa negara membuka ruang pengabdian bagi talenta terbaik bangsa, termasuk lulusan Poltek SSN, untuk berkontribusi dalam memperkuat pertahanan negara, khususnya pada domain siber di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Sebagai bentuk penghormatan, Kepala BSSN menyerahkan cenderamata kepada Kasal yang dilanjutkan dengan penyampaian ucapan terima kasih. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BSSN menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan materi yang disampaikan oleh Kasal. “Kami menyampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak Kasal hadir dan memberikan pemaparan mengenai transformasi digital dan penguatan keamanan siber di lingkungan TNI Angkatan Laut. Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan,” ujar Kepala BSSN.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Fungsional Ahli Utama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, para Ketua Tim Unit Kerja, perwakilan pegawai dari seluruh unit kerja, serta Taruna Poltek SSN. Di akhir kegiatan, seluruh tamu undangan melaksanakan sesi foto bersama.
Perkuat Kedaulatan Ruang Siber, BSSN Gelar Rakornas Keamanan Siber dan Sandi 2026
Depok, 25 Februari 2026 – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Keamanan Siber dan Sandi Negara Tahun 2026 yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 12.30 WIB. Pertemuan ini secara khusus membahas agenda terkait Rencana Aksi Nasional Keamanan Siber (RAN Kamsiber) serta pelindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV) sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ruang siber Indonesia.
Mengangkat tema “Akselerasi Implementasi Strategi Keamanan Siber Nasional yang Kolaboratif dan Sinergis dalam Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital bagi Kedaulatan Ruang Siber Indonesia,” kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor dalam satu ruang koordinasi yang terarah dan berkelanjutan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan keseriusan seluruh peserta dalam menjawab tantangan keamanan siber yang semakin kompleks.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BSSN, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pelindungan Infrastruktur Informasi Vital harus menjadi prioritas nasional. Menurutnya, gangguan terhadap infrastruktur digital tidak hanya berdampak pada sistem teknologi, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas pemerintahan, pembangunan manusia, hingga perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa akselerasi implementasi RAN Kamsiber perlu dilakukan secara terukur melalui identifikasi dan penetapan IIV, penyusunan peta jalan pelindungan, pengukuran tingkat kematangan keamanan siber, serta penguatan mekanisme berbagi informasi antar sektor.
Sambutan tersebut mempertegas komitmen BSSN sebagai koordinator pelindungan IIV untuk terus proaktif mengoordinasikan dan mengasistensi kementerian dan lembaga pembina sektor. Rakornas ini, menurut beliau, bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memastikan setiap sektor memiliki kesiapan dan respons yang kuat dalam menghadapi potensi ancaman siber.
Sesi berikutnya diisi dengan keynote dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Anton Sukartono Suratto, M.Si. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya dukungan regulasi dan fungsi pengawasan dalam memperkuat implementasi strategi keamanan siber nasional. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi fondasi penting dalam memastikan kebijakan keamanan siber berjalan efektif, konsisten, dan akuntabel. Dukungan kebijakan yang kuat, menurutnya, akan memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat tata kelola pelindungan IIV di berbagai sektor strategis.

Sumber : Instagram @agusyudhoyono
Keynote berikutnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa transformasi digital yang sedang berlangsung di berbagai bidang pembangunan harus diiringi dengan sistem keamanan siber yang tangguh. Infrastruktur digital yang aman dinilai sebagai prasyarat utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional, stabilitas layanan publik, serta pertumbuhan ekonomi. Pelindungan IIV, menurutnya, merupakan fondasi dalam membangun kepercayaan dan ketahanan nasional di era digital.

Sebagai penanda resmi dimulainya Rakornas, dilakukan pemukulan gong yang disambut dengan antusias oleh seluruh peserta. Momentum tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan kerja sama antar lembaga dalam bidang keamanan siber dan pelindungan IIV. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan pemberian cendera mata kepada Wakil Ketua Komisi I DPR RI dan Menteri Koordinator sebagai simbol apresiasi dan penguatan sinergi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Surat Tanda Register (STR) kepada Tim Tanggap Insiden Siber Sektoral. Penyerahan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas respons insiden siber pada sektor-sektor strategis. Dengan adanya STR, koordinasi dan standardisasi penanganan insiden diharapkan semakin terstruktur dan efektif.
Memasuki sesi pembahasan inti, dilakukan evaluasi penyelenggaraan RAN Kamsiber dan pelindungan IIV Tahun 2025. Evaluasi ini membahas capaian program, tantangan implementasi, serta kebutuhan penguatan kapasitas di berbagai sektor. Paparan dilanjutkan dengan konsepsi pelindungan IIV dari perspektif operasional BSSN yang menitikberatkan pada deteksi dini, mitigasi risiko, dan penguatan koordinasi nasional. Strategi pelindungan IIV pada bidang pemerintahan dan pembangunan manusia turut dibahas secara komprehensif, termasuk pentingnya pengamanan layanan publik berbasis digital. Sementara itu, urgensi pelindungan IIV pada sektor perekonomian menjadi perhatian utama mengingat potensi dampak besar terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Diskusi yang berlangsung menunjukkan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus meningkatkan sinergi, memperkuat kolaborasi, dan memastikan implementasi strategi keamanan siber berjalan secara konsisten di seluruh sektor.
Memasuki sesi pembahasan inti, Rakornas mengevaluasi penyelenggaraan RAN Kamsiber dan pelindungan IIV Tahun 2025 serta merumuskan strategi pelaksanaan Tahun 2026. Paparan dilanjutkan dengan konsepsi pelindungan IIV dari perspektif operasional BSSN, strategi pelindungan IIV pada bidang pemerintahan dan pembangunan manusia, hingga urgensi pelindungan IIV pada sektor perekonomian. Diskusi yang berlangsung menunjukkan komitmen kuat antar kementerian dan lembaga dalam memperkuat sinergi nasional.
Sebagai penutup, Kepala BSSN selaku Koordinator Pelindungan IIV menyampaikan sejumlah penekanan strategis, di antaranya akselerasi implementasi RAN Keamanan Siber melalui identifikasi dan penetapan IIV, penyusunan peta jalan pelindungan IIV, pengukuran tingkat kematangan keamanan siber, serta penguatan mekanisme berbagi informasi sektor IIV. BSSN juga berkomitmen untuk terus proaktif mengoordinasikan dan mengasistensi kementerian/lembaga pembina sektor IIV.
Menutup arahannya, beliau menegaskan, “Mari terus bersinergi dan berkolaborasi karena keamanan siber dan sandi nasional merupakan tanggung jawab bersama (shared responsibility).”
Rakornas ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat implementasi strategi keamanan siber nasional yang kolaboratif dan sinergis demi terwujudnya kedaulatan ruang siber Indonesia.
Dies Natalis ke-52 Politeknik Siber dan Sandi Negara: Menguatkan Dedikasi, Meneguhkan Integritas, dan Menyongsong Masa Depan Siber Indonesia
Bogor – Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan rasa syukur mewarnai peringatan Dies Natalis ke-52 Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) Republik Indonesia. Perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif atas perjalanan panjang institusi dalam membangun kapasitas sumber daya manusia unggul di bidang keamanan siber dan persandian nasional. (13/02/2026)
Selama lebih dari lima dekade, Poltek SSN telah menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan kedinasan yang berperan strategis dalam menjaga keamanan informasi negara. Di usia ke-52 ini, Poltek SSN terus memperkokoh eksistensinya sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda yang dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam menghadapi dinamika ancaman siber yang semakin kompleks.
Peringatan Dies Natalis tahun ini diisi dengan beragam kegiatan yang membangun soliditas internal dan mempererat kebersamaan antarpegawai. Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) menjadi simbol kedisiplinan, kekompakan, serta semangat korps yang senantiasa dijunjung tinggi. Sementara itu, kuis interaktif yang diselenggarakan turut menghadirkan suasana edukatif dan menyenangkan, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dan pengetahuan kelembagaan.
Sebagai bentuk rasa syukur atas capaian dan kontribusi institusi, prosesi pemotongan tumpeng dilaksanakan dengan khidmat. Tradisi ini menjadi simbol harapan agar Poltek SSN senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, serta kekuatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya bagi bangsa dan negara.
Momentum Dies Natalis ke-52 ini juga dirangkaikan dengan pembubaran Panitia ICOCICS yang telah menuntaskan tugasnya, sekaligus penunjukan Tim Kecil IC9CUCS 2027. Langkah tersebut mencerminkan kesinambungan program dan kesiapan Poltek SSN dalam menyongsong agenda strategis berikutnya, baik dalam lingkup akademik, riset, maupun kerja sama nasional dan internasional. Keberlanjutan ini menjadi bukti bahwa Poltek SSN terus bergerak maju dengan perencanaan yang matang dan visi jangka panjang yang kuat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, terlebih menjelang Bulan Ramadhan. Nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan pengabdian semakin terasa kuat, memperteguh komitmen seluruh pegawai untuk terus bekerja secara profesional dan berintegritas dalam menjaga keamanan siber serta kedaulatan digital Indonesia.
Dies Natalis ke-52 ini menjadi pengingat bahwa tantangan di bidang siber tidak pernah berhenti berkembang. Oleh karena itu, Poltek SSN diharapkan terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan riset dan teknologi. Dengan semangat transformasi dan kolaborasi, Poltek SSN optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pertahanan dan keamanan informasi nasional.
Memasuki usia ke-52 tahun, Poltek SSN meneguhkan komitmennya untuk menjadi institusi pendidikan yang adaptif, responsif terhadap perubahan zaman, serta konsisten dalam melahirkan insan siber yang berkarakter, profesional, dan berintegritas tinggi.
Semoga Poltek SSN senantiasa menjadi pilar penting dalam menjaga keamanan digital Indonesia serta terus berprestasi demi kemajuan bangsa.
.
Poltek SSN Gelar Health Talk Mengenal Apendisitis
Menjaga kesehatan merupakan investasi utama dalam mendukung produktivitas kerja dan kelancaran pendidikan. Menyadari hal tersebut, Poltek SSN menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan atau Health Talk bertajuk Mengenal Tanda dan Gejala Apendisitis (Usus Buntu) pada hari Jumat, 6 Februari 2026.
Acara yang berlangsung di lingkungan kampus Poltek SSN ini menghadirkan narasumber ahli dari Tim Dokter RS PENA 98. Sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh para Pegawai serta Taruna/i Poltek SSN yang ingin memperdalam wawasan mengenai gangguan pencernaan yang sering kali dianggap sepele namun berisiko fatal jika terlambat ditangani.
Dalam paparannya, Dr. Johanes Berechmans, Sp.B menjelaskan bahwa apendisitis atau radang usus buntu adalah kondisi darurat medis yang memerlukan tindakan cepat. Banyak orang sering keliru membedakan antara sakit perut biasa (maag atau masuk angin) dengan gejala usus buntu.
“Kunci utama penanganan usus buntu adalah deteksi dini. Semakin cepat dikenali, semakin kecil risiko terjadinya perforasi atau pecahnya usus buntu yang bisa membahayakan nyawa, ujar,” Dr. Johanes Berechmans, Sp.B.
Beberapa poin krusial yang dibahas dalam kegiatan Health Talk hari ini meliputi :
• Gejala Khas, Nyeri yang bermula di sekitar pusar kemudian berpindah ke perut kanan bawah.
• Tanda Penyerta, Demam ringan, mual, muntah, serta hilangnya nafsu makan. • Metode Pemeriksaan, Cara melakukan tes mandiri sederhana (seperti nyeri tekan) sebelum melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut melalui USG atau cek laboratorium.
• Mitos vs Fakta, Penjelasan bahwa biji-bijian (seperti biji cabai atau jambu) bukanlah penyebab langsung, melainkan penyumbatan pada lumen apendiks.
Interaksi hangat terlihat saat sesi tanya jawab. Para Taruna aktif bertanya mengenai pengaruh pola makan instan terhadap risiko usus buntu, sementara para pegawai lebih banyak berkonsultasi mengenai langkah pertolongan pertama jika gejala muncul di malam hari.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh sivitas akademika Poltek SSN lebih mawas diri terhadap kesehatan tubuh dan tidak menunda untuk melakukan pemeriksaan ke Poliklinik atau fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan gejala-gejala yang mencurigakan.
Taruna Poltek SSN Belajar dan Mengabdi Bersama Masyarakat Aceh Tamiang dalam Latsitardanus 2026
Kabupaten Aceh Tamiang menjadi ruang belajar yang berharga bagi taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) yang mengikuti kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 Tahun 2026. Tidak hanya berlatih kedisiplinan dan kepemimpinan, para taruna juga merasakan langsung makna kebersamaan dan pengabdian di tengah masyarakat.

Keikutsertaan taruna Poltek SSN dalam Latsitardanus 2026 merupakan bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan nasional serta memperkuat jiwa kebangsaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan. Pada kegiatan peninjauan Pimpinan institusi pendidikan yang tergabung dalam Latsitardanus 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang pada tanggal 26-29 Januari 2026, turut dihadiri oleh Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI, Rektor Unhan RI, Gubernur Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian, Direktur Pendidikan Akademi TNI, Kepala Biro Umum Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kepala Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Poltek SSN, serta para pejabat TNI dan Polri wilayah Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan dan sinergi terhadap pelaksanaan Latsitardanus ke-46.


Bertempat di Yonif 111/Karma Bhakti, Kabupaten Aceh Tamiang, Danjen Akademi TNI, Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha memberikan pengarahan kepada taruna dan kadet yang tergabung dalam Satgastar Latsitardanus ke-46. Dalam arahannya, Danjen Akademi TNI menegaskan bahwa kehadiran taruna dan kadet di Aceh Tamiang adalah untuk berbakti kepada bangsa dan negara dengan dilandasari niat tulus ikhlas dalam menolong masyarakat pasca bencana. “Niatmu kesini adalah melakukan kebaikan. Anda harus bisa menolong dan membantu mereka. Walaupun itu sedikit yang kita berikan kepada mereka, tapi itu menjadi kebahagiaan buat sebagian orang yang sudah kau bantu,” ujar Sidharta.


Pada rangkaian kegiatan peninjauan pelaksanaan kegiatan Latsitardanus ke-46 di Kab. Aceh Tamiang, turut hadir pula Wakil Panglima TNI didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan dan Asisten Perencanaan Umum TNI. Kegiatan diawali dengan peninjauan lokasi akomodasi Satgastar Latsitardanus ke-46 di kompleks Yonif 111/KB. Peninjauan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Wapang TNI berdialog langsung dengan perwakilan taruna dan kadet yang melaksanakan tugas jaga serambi. Wapang TNI memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan personil dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dan berinteraksi langsung dengan perwakilan kadet Unhan RI dan Poltek SSN untuk menggali informasi bidang studi dan kompetensi yang ditekuni. Rangkaian peninjauan akomodasi diakhiri dengan pengecekan fasilitas pendukung lainnya guna memastikan seluruh sarana pendukung Latasitardanus berada dalam kondisi layak dan aman dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

Selanjutnya, kegiatan peninjauan dilanjutkan ke beberapa lokus sasaran kegiatan pembersihan yang meliputi fasilitas umum, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan meninjau sarana teknologi penyaringan air bersih milik Unhan RI guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana. Beberapa lokus sasaran kegiatan peninjauan antara lain: SDN 1 Rantau Pauh, SDN 1 Tualang Cut, SMA 1 Mayak Payed, MTs Al Ikhlas, Kantor Desa Alur Manis, Polindes Sriwijaya, dan Puskesmas Mayak Payed.


Selain melakukan kegiatan pembersihan dan perbaikan sasaran fisik, para taruna juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat sasaran nonfisik, seperti: memberikan trauma healing dan dukungan psikososial bagi korban bencana, pengelolaan dapur umum dan memberikan edukasi gizi bagi masyarakat.

Melalui Latsitardanus 2026, taruna Poltek SSN ditempa untuk menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Pengalaman hidup bersama masyarakat Aceh Tamiang diharapkan menjadi bekal berharga bagi para taruna dalam menjalankan tugas sebagai calon aparatur negara yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kegiatan ini pun menjadi bukti bahwa kehadiran taruna di tengah masyarakat mampu memberikan manfaat nyata, sekaligus mempererat ikatan antara generasi muda calon pemimpin bangsa dengan rakyat yang akan mereka layani.
Sering Disalahpahami, Ini Arti Sebenarnya Hacker di Dunia Siber
Sobat Siber, kata hacker sering kali terdengar dramatis. Di media sosial, film, atau berita, istilah ini kerap muncul bersamaan dengan cerita kebocoran data, peretasan akun, atau gangguan layanan digital. Tidak heran jika kemudian muncul kesan bahwa hacker selalu identik dengan masalah.
Padahal, di balik istilah tersebut ada dunia pengetahuan yang cukup panjang. Sejak awal perkembangan komputer, istilah hacker digunakan untuk menyebut orang-orang yang gemar mengutak-atik sistem, mencoba memahami cara kerja teknologi, dan mencari solusi kreatif. Dari sini, makna hacker berkembang seiring waktu, mengikuti arah penggunaan teknologi itu sendiri.

Ilustrasi: Gemini – Google Image Generator
Memahami latar belakang ini membantu kita melihat bahwa istilah hacker tidak berdiri sendiri. Ia selalu berkaitan dengan konteks, tujuan, dan cara penggunaannya. Dari sinilah pembahasan tentang peran di dunia keamanan siber menjadi lebih relevan.
Hacker dan Defender dalam Ekosistem Digital
Sobat Siber, dunia digital ibarat sebuah ekosistem yang terus bergerak. Setiap sistem, aplikasi, dan layanan yang kita gunakan sehari-hari selalu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari gangguan kecil hingga ancaman yang lebih serius. Dalam ekosistem ini, terdapat dua peran yang saling berinteraksi: pihak yang menguji batas sistem dan pihak yang memastikan sistem tetap aman.
Hacker adalah mereka yang memiliki kemampuan teknis untuk memahami bagaimana sebuah sistem bekerja, termasuk di mana letak kelemahannya. Pengetahuan ini memungkinkan mereka melihat sesuatu yang mungkin luput dari perhatian pengguna biasa. Di sisi lain, ada defender, yaitu pihak yang bertugas menjaga sistem agar kelemahan tersebut tidak menimbulkan masalah bagi pengguna.
Hubungan antara hacker dan defender bukan sekadar saling berhadapan. Keduanya membentuk dinamika yang mendorong perkembangan keamanan siber. Ketika sebuah celah ditemukan, sistem diperbaiki. Ketika sistem diperkuat, pendekatan pengujian pun ikut berkembang. Proses inilah yang membuat keamanan digital tidak pernah berhenti pada satu titik.
Bagi pembaca awam, penting untuk memahami bahwa keamanan siber bukan sekadar soal “menyerang dan bertahan”, tetapi tentang menjaga keandalan layanan digital yang digunakan bersama. Setiap peran memiliki kontribusi dalam memastikan ruang digital tetap berjalan dengan aman dan tepercaya.
Ragam Peran Hacker
Sobat Siber, dalam dunia keamanan siber, istilah hacker tidak berdiri sebagai satu peran tunggal. Berdasarkan tujuan dan cara penggunaannya, kemampuan teknis ini umumnya dipahami dalam tiga kategori yang cukup dikenal. Pembagian ini membantu masyarakat melihat bahwa dunia siber tidak sesederhana label “jahat” atau “baik”.
- White hat hacker dikenal sebagai hacker etis. Mereka menggunakan keahliannya secara sah dan dengan izin untuk menguji keamanan sistem. Peran ini sering dianalogikan seperti petugas inspeksi bangunan yang sengaja mencari retakan kecil agar dapat diperbaiki sebelum menimbulkan kerusakan besar. White hat justru dibutuhkan untuk meningkatkan ketahanan sistem digital.
- Black hat hacker menggunakan kemampuan teknisnya tanpa izin dan dengan tujuan yang merugikan. Aktivitasnya dapat berupa pencurian data, perusakan sistem, hingga penyebaran malware. Gambaran inilah yang paling sering muncul di pemberitaan dan membentuk persepsi negatif tentang hacker di masyarakat.
- Grey hat hacker berada di wilayah abu-abu. Mereka memiliki kemampuan yang sama, namun aktivitasnya tidak selalu dilakukan dengan izin yang jelas. Meskipun terkadang niatnya tidak merugikan, cara yang digunakan tetap menimbulkan persoalan etika dan hukum.Dengan memahami tiga peran ini, Sobat Siber dapat melihat bahwa hacker bukanlah satu identitas tunggal. Istilah ini mencakup spektrum peran yang luas, mulai dari yang berkontribusi pada keamanan hingga yang menimbulkan gangguan.
Pemahaman inilah yang menjadi dasar mengapa pendidikan keamanan siber, seperti yang dijalankan di Poltek SSN, menekankan etika, tanggung jawab, dan tujuan penggunaan keahlian.
Apa yang Dipelajari di POLTEK SSN?
Sobat Siber, di Poltek SSN, pembelajaran tidak diarahkan untuk mencetak pelaku peretasan ilegal. Fokus utama pendidikan adalah memahami sistem informasi dan ancaman siber agar dapat membangun perlindungan yang kuat.
Mahasiswa mempelajari bagaimana sebuah serangan dapat terjadi agar mampu mengenali pola dan risikonya sejak dini. Pendekatan ini mirip seperti seorang dokter yang mempelajari penyakit agar bisa menjaga kesehatan pasien. Pengetahuan tentang ancaman digunakan sebagai dasar untuk pencegahan dan penanganan, bukan sebagai tujuan akhir.
Selain aspek teknis, pembelajaran juga menekankan etika, kepatuhan terhadap hukum, dan tanggung jawab profesional. Dengan demikian, lulusan Poltek SSN dipersiapkan untuk mampu menjaga sistem, data, dan layanan digital yang digunakan masyarakat luas.
Dari Pemahaman Serangan ke Peran Defender
Sobat Siber, memahami cara kerja serangan bukan berarti mendorong terjadinya serangan. Justru dari pemahaman itulah lahir peran defender yang efektif. Defender bertugas memastikan sistem tetap aman, stabil, dan dapat dipercaya.
Ibarat petugas keamanan di sebuah gedung, mereka perlu mengetahui titik rawan, jalur masuk, dan potensi risiko agar dapat bertindak cepat saat diperlukan. Pengetahuan tentang ancaman menjadi bekal untuk membangun pertahanan berlapis dan respons yang tepat.
Langkah Sederhana agar Masyarakat Lebih Aman di Ruang Digital
Keamanan siber tidak hanya menjadi tanggung jawab para ahli. Masyarakat umum juga dapat berperan melalui kebiasaan digital yang baik. Menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda, berhati-hati terhadap pesan atau tautan mencurigakan, serta rutin memperbarui perangkat adalah langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko gangguan siber.
Jika terjadi gangguan, langkah awal biasanya dimulai dengan mengamankan kembali akun yang terdampak, memeriksa aktivitas yang tidak wajar, dan melaporkan kejadian kepada pihak terkait. Penanganan yang cepat membantu membatasi dampak dan mencegah masalah yang lebih besar.
Penutup: Memahami Peran, Menjaga Kepercayaan
Sobat Siber, dunia keamanan siber bukan soal hitam dan putih. Istilah hacker memiliki makna yang beragam tergantung konteks dan tujuan penggunaannya. Di Poltek SSN, pemahaman tentang dunia siber diarahkan untuk menjaga, melindungi, dan memperkuat keamanan sistem informasi.
Lulusan Poltek SSN dipersiapkan sebagai defender yang berintegritas, profesional, dan bertanggung jawab. Dengan pemahaman yang lebih utuh dan literasi digital yang baik, ruang siber dapat menjadi lingkungan yang aman dan tepercaya bagi semua pihak..
Referensi
- Iskandar, HACKER VS DEFENDER Panduan Komprehensif dari Serangan hingga Pertahanan Siber. Bahan ajar keamanan siber (Hacker 10–14.pdf).
- Schneier, B. (2000). Secrets and Lies: Digital Security in a Networked World. John Wiley & Sons.
- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Publikasi dan Edukasi Keamanan Siber Nasional. https://www.bssn.go.id
- OWASP Foundation. Web Security Knowledge Base. https://owasp.org
Upacara Pembukaan dan Pemberangkatan Satgastar Latsitardanus XLVI Tahun 2026
Semarang — Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) A. Rachmad Wibowo dan Direktur Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) Arnoldus Triono menghadiri Upacara Pembukaan dan Pemberangkatan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLVI Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dermaga Samudera II, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jumat (17/1/2026).
Upacara dipimpin oleh Komandan Jenderal Akademi TNI, Letnan Jenderal TNI Sidharta Wisnu Graha. Kegiatan ini menandai secara resmi dimulainya rangkaian Latsitardanus XLVI Tahun 2026 sebagai wahana pembinaan dan penguatan integrasi antartaruna serta calon aparatur negara. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BAKK Poltek SSN, Gubernur Akademi Militer, serta para pejabat dan perwakilan instansi terkait.
Satgastar Latsitardanus XLVI Tahun 2026 terdiri atas taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Kepolisian (Akpol), serta Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).
Keberangkatan peserta Latsitardanus ke-46 menuju Provinsi Aceh dilaksanakan menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Banda Aceh-593, KRI Dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, dan KRI Teluk Calang-524. Para peserta yang diberangkatkan akan melengkapi kekuatan personel Satuan Tugas Taruna Latihan (Satgastar) yang telah lebih dahulu berada di wilayah tugas sejak 10 Januari 2026.
Pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara XLVI Tahun 2026 dipusatkan di Provinsi Aceh, tepatnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Selain sebagai sarana pembinaan dan integrasi antartaruna, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah yang terdampak bencana banjir melalui berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan membentuk jiwa kepemimpinan, memperkuat semangat kebangsaan, serta meningkatkan kepedulian sosial para taruna dan peserta didik melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.
Melalui Latsitardanus, diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan, sekaligus menumbuhkan sinergi lintas matra dan lembaga sebagai bekal pengabdian kepada bangsa dan negara di masa mendatang.
Kepala BSSN Hadiri Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Latsitardanus XLVI Taruna Poltek SSN Tahun 2026
Bogor — Pada 15 Januari 2026, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, Letjen TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., bersama Wakil Kepala BSSN, Komjen Pol. A. Rachmad Wibowo, S.I.K., dan beberapa pejabat tinggi pratama BSSN, melaksanakan kunjungan kerja ke Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) dalam rangka pemberian pengarahan kepada pegawai Poltek SSN dan menghadiri Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Latsitardanus XLVI Taruna Poltek SSN Tahun 2026.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala BSSN menerima paparan singkat dari Direktur Poltek SSN terkait persiapan Latsitarda XLVI, progres kerja sama KOICA, pembaruan revitalisasi jaringan Poltek SSN, serta pemeliharaan sarana dan prasarana kampus.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan Apel Khusus yang diikuti seluruh pegawai dan taruna Poltek SSN. Dalam amanatnya, Kepala BSSN menegaskan bahwa memasuki tahun 2026, penting untuk menjaga keberlanjutan program kerja yang progresif dan terukur. Capaian program kerja tahun 2025, khususnya dalam konsolidasi internal dan kolaborasi dengan pihak eksternal, dinilai telah memberikan dampak signifikan bagi BSSN dan Poltek SSN. Kepala BSSN juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh sivitas Poltek SSN sehingga berbagai capaian kinerja tahun 2025 dapat terealisasi dengan baik.
Setelah pelaksanaan Apel Khusus, dilanjutkan dengan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Latsitarda XLVI yang dilaksanakan di Auditorium Soemarkidjo, Kampus Bumi Sanapati, Ciseeng, Bogor. Kepala BSSN didampingi Direktur Poltek SSN, beserta jajaran melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel dan perlengkapan taruna yang akan megikuti kegiatan Latsitarda XLVI di Provinsi Aceh. Dalam sambutannya Kepala BSSN menekankan bahwa penugasan tersebut merupakan misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana, bukan sekadar formalitas akademik.
Latsitarda tahun ini difokuskan pada kegiatan fisik bakti sosial guna membantu pemulihan infrastruktur dan kondisi masyarakat pascabencana. Para taruna diharapkan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan Latsitarda dengan penuh semangat, disiplin, dan partisipasi aktif. Selain itu, Kepala BSSN juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas. Keikutsertaan Taruna Poltek SSN dalam Latsitardanus XLVI harus mencerminkan kecerdasan, kedisiplinan, dan karakter kuat berlandaskan etos sandi, serta menjaga nama baik almamater melalui sikap dan tindakan terbaik.
Skripsi Pakai AI? Boleh Nggak, Sih?
Sobat Siber, beberapa tahun lalu, menulis skripsi identik dengan tumpukan buku, begadang di perpustakaan, dan berjuang merangkai kalimat demi kalimat. Kini, situasinya berubah. Dengan beberapa perintah singkat, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bisa membantu merangkum bacaan, menyarankan struktur tulisan, bahkan merapikan bahasa.
Kemudahan ini membuat banyak mahasiswa bertanya-tanya, “Kalau skripsi dibantu AI, sebenarnya boleh atau tidak?” Pertanyaan ini wajar, apalagi AI kini begitu dekat dengan kehidupan belajar. Bagi siswa dan orang tua, kebingungan serupa juga muncul: apakah teknologi ini membantu pendidikan, atau justru merusak proses belajar?
Kenapa Isu Ini Jadi Perbincangan?
Sobat Siber, pertanyaan soal penggunaan AI dalam skripsi tidak muncul begitu saja. Isu ini ramai karena AI hadir tepat di tengah tekanan akademik yang nyata. Mahasiswa dituntut menyelesaikan tugas tepat waktu, memahami teori yang kompleks, menulis dengan bahasa akademik yang rapi, sekaligus menjaga orisinalitas karya. Di situ, AI terlihat seperti solusi cepat yang “terlalu menggoda untuk dilewatkan”.
Banyak mahasiswa awalnya menggunakan AI dengan niat baik, misalnya untuk memahami bacaan yang sulit atau mencari gambaran awal struktur tulisan. Namun, tanpa disadari, penggunaan ini bisa berkembang semakin jauh. Dari sekadar membantu, AI mulai mengambil alih. Dari merapikan kalimat, berubah menjadi menyusun paragraf. Dari memberi contoh, beralih menjadi membuatkan isi.
Di sisi lain, orang tua dan siswa juga mulai ikut bertanya-tanya. Apakah penggunaan AI ini masih bagian dari proses belajar yang wajar, atau sudah mengarah pada ketergantungan teknologi? Kekhawatiran ini muncul bukan karena teknologi dianggap buruk, melainkan karena proses belajar dikhawatirkan kehilangan maknanya.
Inilah yang membuat isu penggunaan AI dalam skripsi menjadi perbincangan luas. Bukan soal teknologi semata, tetapi soal bagaimana pendidikan menjaga nilai kejujuran, proses berpikir, dan pembentukan karakter akademik di tengah kemajuan teknologi.
Pandangan Resmi Dunia Pendidikan tentang AI
Sobat Siber, penting untuk dipahami bahwa dunia pendidikan tidak bersikap menutup diri terhadap AI. Pemerintah melalui Kemdiktisaintek justru menyadari bahwa AI adalah bagian dari realitas pembelajaran masa kini dan masa depan. Karena itu, yang dilakukan bukanlah pelarangan total, melainkan penyusunan panduan penggunaan yang bertanggung jawab.

sumber: kemdiktisaintek.go.id
Dalam Buku Panduan Penggunaan Generative AI pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi (2024), AI diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran. Artinya, AI diakui memiliki potensi besar untuk mendukung proses belajar, meningkatkan efisiensi, dan membantu mahasiswa memahami materi yang kompleks. Namun, potensi tersebut harus berjalan seiring dengan nilai-nilai akademik yang sudah lama dijaga.
Panduan ini menekankan bahwa AI tidak boleh menggantikan peran manusia dalam berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan akademik. Proses intelektual tetap menjadi inti pembelajaran. AI hanya membantu di sisi teknis dan pendukung, bukan mengambil alih kendali utama.
Pendekatan ini menunjukkan sikap yang seimbang. Dunia pendidikan tidak anti-teknologi, tetapi juga tidak membiarkan teknologi berjalan tanpa arah. Dengan kata lain, AI boleh digunakan, selama penggunaannya memperkuat proses belajar, bukan memotongnya.
Bagi mahasiswa, panduan ini menjadi pegangan agar tidak salah langkah. Bagi orang tua dan siswa, panduan ini memberi kepastian bahwa penggunaan AI dalam pendidikan tetap berada dalam koridor etika dan tanggung jawab.
Memahami Batasan Penggunaan AI
Sobat Siber, kunci dari penggunaan AI dalam karya ilmiah bukan terletak pada boleh atau tidaknya, melainkan pada bagaimana AI digunakan. Di sinilah batasan menjadi sangat penting. Tanpa batasan yang jelas, AI yang awalnya membantu justru bisa mengaburkan peran.
Dalam praktik yang sehat, AI dapat digunakan untuk membantu memahami konsep yang terasa rumit. Ketika menemui istilah teknis atau teori yang sulit dipahami, AI bisa menjadi “teman diskusi awal” yang membantu membuka pemahaman. AI juga dapat dimanfaatkan untuk menyusun kerangka tulisan, agar ide-ide utama tersusun rapi sebelum dikembangkan lebih lanjut oleh mahasiswa.
Selain itu, AI sering digunakan untuk merapikan tata bahasa, ejaan, dan alur kalimat. Bagi banyak mahasiswa, bagian ini terasa menantang, terutama saat menulis dalam bahasa akademik. Selama substansi tulisan tetap berasal dari pemikiran penulis, penggunaan AI pada tahap ini masih berada dalam batas yang wajar.
Namun, batasan ini menjadi jelas ketika AI mulai menggantikan peran utama penulis. Jika seluruh isi skripsi dihasilkan oleh AI, termasuk analisis, pembahasan, dan kesimpulan, maka proses belajar telah terlewatkan. Mahasiswa tidak lagi berlatih berpikir kritis, melainkan hanya menyunting hasil kerja mesin. Dalam konteks akademik, ini bukan sekadar soal aturan, tetapi soal kehilangan kesempatan belajar yang sangat berharga.
Kenapa Etika Tetap Jadi Kunci?
Sobat Siber, etika akademik sering kali terdengar sebagai istilah formal, tetapi sebenarnya ia hadir untuk melindungi makna pendidikan itu sendiri. Etika memastikan bahwa proses belajar berjalan dengan jujur, adil, dan bertanggung jawab, termasuk ketika teknologi canggih seperti AI mulai digunakan.
Tanpa etika, AI bisa dengan mudah berubah dari alat bantu menjadi jalan pintas. Tulisan terlihat rapi, struktur tampak meyakinkan, tetapi penulisnya tidak benar-benar memahami apa yang ditulis. Dalam jangka panjang, kondisi ini justru merugikan mahasiswa karena kemampuan berpikir, menganalisis, dan menulis tidak berkembang.
Panduan Kemdiktisaintek menegaskan bahwa transparansi dan tanggung jawab adalah bagian penting dari penggunaan AI. Mahasiswa perlu menyadari kapan AI digunakan dan untuk tujuan apa. Kesadaran ini membantu menjaga kejujuran akademik sekaligus membangun kebiasaan belajar yang sehat.
Lebih dari itu, etika juga berperan dalam membentuk karakter. Dunia kerja dan kehidupan profesional menuntut integritas, bukan sekadar hasil cepat. Dengan menjaga etika sejak di bangku pendidikan, mahasiswa dipersiapkan menjadi individu yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi tersebut.
Penutup: AI sebagai Alat, Bukan Jalan Pintas
Sobat Siber, menjawab pertanyaan “Skripsi pakai AI, boleh nggak, sih?” jawabannya bukan sekadar ya atau tidak. AI boleh digunakan sepanjang ia membantu proses belajar, bukan menggantikannya. Yang tidak boleh adalah menyerahkan seluruh proses berpikir kepada mesin dan mengabaikan nilai kejujuran akademik.
Di era digital, kecakapan menggunakan AI adalah kebutuhan. Namun, kecakapan itu harus berjalan seiring dengan etika, tanggung jawab, dan literasi digital yang baik. Politeknik Siber dan Sandi Negara mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga menjadi insan akademik yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Karena pada akhirnya, teknologi yang hebat akan kehilangan maknanya tanpa manusia yang bertanggung jawab di belakangnya.
Referensi
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi – Kemdiktisaintek.
Buku Panduan Penggunaan Generative AI pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Diakses pada 02 Januari 2026.













