Poltek SSN Gelar Health Talk Mengenal Apendisitis
Menjaga kesehatan merupakan investasi utama dalam mendukung produktivitas kerja dan kelancaran pendidikan. Menyadari hal tersebut, Poltek SSN menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan atau Health Talk bertajuk Mengenal Tanda dan Gejala Apendisitis (Usus Buntu) pada hari Jumat, 6 Februari 2026.
Acara yang berlangsung di lingkungan kampus Poltek SSN ini menghadirkan narasumber ahli dari Tim Dokter RS PENA 98. Sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh para Pegawai serta Taruna/i Poltek SSN yang ingin memperdalam wawasan mengenai gangguan pencernaan yang sering kali dianggap sepele namun berisiko fatal jika terlambat ditangani.
Dalam paparannya, Dr. Johanes Berechmans, Sp.B menjelaskan bahwa apendisitis atau radang usus buntu adalah kondisi darurat medis yang memerlukan tindakan cepat. Banyak orang sering keliru membedakan antara sakit perut biasa (maag atau masuk angin) dengan gejala usus buntu.
“Kunci utama penanganan usus buntu adalah deteksi dini. Semakin cepat dikenali, semakin kecil risiko terjadinya perforasi atau pecahnya usus buntu yang bisa membahayakan nyawa, ujar,” Dr. Johanes Berechmans, Sp.B.
Beberapa poin krusial yang dibahas dalam kegiatan Health Talk hari ini meliputi :
• Gejala Khas, Nyeri yang bermula di sekitar pusar kemudian berpindah ke perut kanan bawah.
• Tanda Penyerta, Demam ringan, mual, muntah, serta hilangnya nafsu makan. • Metode Pemeriksaan, Cara melakukan tes mandiri sederhana (seperti nyeri tekan) sebelum melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut melalui USG atau cek laboratorium.
• Mitos vs Fakta, Penjelasan bahwa biji-bijian (seperti biji cabai atau jambu) bukanlah penyebab langsung, melainkan penyumbatan pada lumen apendiks.
Interaksi hangat terlihat saat sesi tanya jawab. Para Taruna aktif bertanya mengenai pengaruh pola makan instan terhadap risiko usus buntu, sementara para pegawai lebih banyak berkonsultasi mengenai langkah pertolongan pertama jika gejala muncul di malam hari.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh sivitas akademika Poltek SSN lebih mawas diri terhadap kesehatan tubuh dan tidak menunda untuk melakukan pemeriksaan ke Poliklinik atau fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan gejala-gejala yang mencurigakan.




