Poltek SSN Gelar Kuliah Umum dengan Tema “Implementasi Konsep C6ISR”
Bogor, 19 Agustus 2026 – Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Implementasi Konsep C6ISR”. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Samuel Kowaas, M.Sc., CSBA., Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) sebagai narasumber dan M. Yusuf Bambang Setiadji, S.ST., M.Kom., Dosen Poltek SSN, sebagai moderator.
Kuliah umum ini menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi taruna untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi keamanan dan pertahanan, khususnya dalam menghadapi perubahan karakteristik operasi di era digital. Materi C6ISR juga relevan dengan perkembangan lingkungan strategis saat ini, ketika ruang siber tidak lagi sekadar menjadi pendukung, tetapi telah menjadi salah satu domain penting dalam operasi modern.
Dalam pengantarnya, Direktur Poltek SSN menekankan pentingnya memahami perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan keamanan yang semakin dinamis. Perkembangan masyarakat menuju Society 5.0 menunjukkan bahwa teknologi telah semakin terintegrasi dalam kehidupan manusia. Kondisi tersebut turut membawa perubahan pada karakteristik ancaman dan peperangan yang berkembang menuju penggunaan teknologi, informasi, dan ruang siber secara semakin intensif.
Materi yang disampaikan dalam kuliah umum kemudian mengangkat C6ISR (Command, Control, Communications, Computers, Cyber Defense, Combat Systems, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) sebagai konsep integrasi berbagai elemen untuk mendukung pengambilan keputusan dan pelaksanaan operasi secara lebih terintegrasi. Dalam konteks keamanan maritim, C6ISR menjadi penting karena Indonesia memiliki wilayah maritim yang luas dan menghadapi berbagai tantangan yang bersifat lintas-domain. Digitalisasi juga membuat operasi modern semakin bergantung pada data, jaringan, sensor, dan ketahanan siber.
Secara sederhana, C6ISR dapat dipahami sebagai sebuah pendekatan yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi dan kemampuan teknologi agar data dapat dikumpulkan, diolah, dianalisis, dan digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan. Konsep ini mencakup unsur komando dan kendali, komunikasi, komputer, pertahanan siber, sistem tempur, intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
Dalam perkembangannya, konsep tersebut merupakan evolusi dari Command and Control (C2) yang kemudian berkembang dengan penambahan unsur komunikasi, intelijen, komputer, surveillance and reconnaissance, cyber, hingga combat system. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kemampuan teknologi informasi dan keamanan siber semakin terintegrasi dalam mendukung proses pengambilan keputusan.
Salah satu aspek penting yang dibahas adalah siklus operasi yang meliputi proses Sense, Fuse, Understand, Decide, Act, dan Assess. Siklus tersebut menggambarkan bagaimana informasi dari berbagai sensor dan sumber data dapat dikumpulkan, dikorelasikan, dianalisis, digunakan untuk memahami situasi, kemudian menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan evaluasi.
Materi juga memperkenalkan arsitektur C6ISR yang terdiri atas beberapa lapisan, mulai dari sensor dan edge, jaringan dan transportasi data, data dan komputasi, command and control, hingga berbagai bentuk respons. Integrasi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan mengelola data dan memastikan keamanan setiap bagian dari ekosistem teknologi yang saling terhubung.
Dari perspektif keamanan siber, pembahasan C6ISR memberikan pemahaman bahwa gangguan terhadap satu komponen dapat memengaruhi kualitas informasi dan proses pengambilan keputusan secara keseluruhan. Ancaman terhadap sistem dapat berasal dari berbagai bentuk, termasuk gangguan elektromagnetik maupun serangan siber seperti kompromi kredensial, malware, manipulasi data, dan gangguan terhadap layanan.
Karena itu, penguatan ketahanan sistem menjadi bagian penting dalam implementasi C6ISR. Beberapa pendekatan yang dibahas antara lain penggunaan berbagai sumber data, ketahanan jaringan dan sistem komunikasi, penguatan identitas dan akses, perlindungan integritas data, pengamanan rantai pasok teknologi, serta pelaksanaan latihan dan pengujian untuk memastikan kesiapan menghadapi gangguan.
Bagi taruna Poltek SSN, kuliah umum ini memberikan perspektif yang lebih luas mengenai penerapan keilmuan siber dan persandian dalam lingkungan multi-domain. Pemahaman tersebut penting agar taruna tidak hanya memahami keamanan siber dari sisi teknis, tetapi juga mampu melihat keterkaitannya dengan data, komunikasi, sistem informasi, pengambilan keputusan, serta kebutuhan keamanan pada berbagai sektor strategis.
Melalui kegiatan ini, Poltek SSN terus mendorong pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademis dengan perkembangan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, taruna diharapkan memiliki wawasan yang lebih komprehensif, adaptif, dan mampu memahami peran keamanan siber dalam mendukung ketahanan nasional di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.




