Menelusuri Sejarah Persandian: Pembelajaran Taruna di Kota Tua dan Museum Sandi
Yogyakarta, 30–31 Maret 2026 — Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) mengikuti kegiatan Napak Tilas Persandian dalam rangka memperingati HUT ke-80 Persandian Republik Indonesia yang dilaksanakan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengusung tema “Jejak Sandi, Pilar Siber Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman taruna terhadap peran dan perkembangan persandian di Indonesia. Melalui kegiatan ini, taruna tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menelusuri langsung jejak sejarah persandian yang memiliki kontribusi penting dalam mendukung sistem pemerintahan dan keamanan informasi negara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan dan pelepasan rombongan di Lapangan Dekso, Kulon Progo. Selanjutnya, para taruna menempuh rute napak tilas yang terbagi dalam beberapa titik pos. Setiap pos berfungsi untuk memastikan kesiapan peserta, mengatur alur perjalanan, serta memantau kondisi kesehatan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung. Dalam perjalanan tersebut, taruna mengikuti berbagai rangkaian aktivitas yang dirancang untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, dan ketahanan fisik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memahami secara langsung jalur dan lokasi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan persandian di Indonesia. Kegiatan edukatif dilaksanakan melalui kunjungan ke Museum Sandi dan kawasan bersejarah Kota Baru di Yogyakarta. Pada kunjungan ke Museum Sandi, taruna mempelajari serta melihat secara langsung berbagai koleksi, seperti perangkat sandi, dokumen historis, dan arsip yang menggambarkan perkembangan persandian dari masa ke masa. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai praktik persandian dalam mendukung keamanan informasi negara. Selain itu, dilaksanakan kuliah umum yang membahas perkembangan persandian di Indonesia, yang memperkuat pemahaman taruna mengenai peran strategis persandian, baik dalam konteks sejarah maupun perkembangan teknologi saat ini. Sebagai bentuk kontribusi akademik, taruna juga menyerahkan hasil karya kepada pihak museum.
Kegiatan dilanjutkan dengan tour ke kawasan Kota Baru. Secara historis, kawasan ini pernah menjadi pusat pemerintahan di Kota Yogyakarta dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas komunikasi rahasia pada masa tersebut. Melalui kunjungan ke beberapa titik bersejarah, taruna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara lokasi, peristiwa sejarah, dan peran persandian.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula ziarah ke makam almarhum Kolonel Infanteri TNI (Purnawirawan) Drs. Santosa, yang dikenal sebagai salah satu pionir dalam pengembangan pendidikan persandian di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi beliau, serta dihadiri oleh perwakilan keluarga. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sarasehan di Rumah Sandi yang melibatkan berbagai pihak terkait, serta penyematan tanda kehormatan kepada Kepala Badan Siber dan Sandi Negara. Selain itu, dilaksanakan penyematan brevet kepada perwakilan taruna sebagai simbol pencapaian dan bagian dari proses pembinaan.
Kegiatan Napak Tilas Persandian ditutup dengan upacara penutupan yang dipimpin oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara. Dalam rangkaian penutupan, juga dilakukan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial taruna. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang terintegrasi antara teori, praktik, dan nilai-nilai sejarah. Melalui kegiatan napak tilas ini, taruna diharapkan dapat memahami peran persandian secara lebih komprehensif serta menumbuhkan semangat pengabdian dalam menjaga keamanan informasi dan kedaulatan siber bangsa.




