Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara Ikuti Kuliah Umum: Transformasi Perang Modern dan Peran Teknologi Siber dalam Konflik Global
Bogor, 29 April 2026 – Taruna Poltek SSN Tingkat 1, Tingkat III dan Tingkat IV mengikuti kegiatan kuliah umum dengan tema “Transformasi Perang Modern: Analisis Peran Teknologi Siber dan Geoteknologi dalam Konflik AS–Israel–Iran serta Pelajaran Strategis Bagi Indonesia” yang disampaikan oleh Dr. Ir. Yussi Perdana Saputera, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. Kegiatan ini dimoderatori oleh Mohamad Syahral, S.T., M.T. dan bertujuan memberikan wawasan strategis kepada para taruna mengenai perubahan paradigma peperangan modern yang kini tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik, namun juga kekuatan teknologi digital dan informasi.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa transformasi perang modern telah berkembang ke arah electronic warfare atau peperangan elektronika, yaitu penggunaan spektrum elektromagnetik untuk menyerang maupun mempertahankan diri dari ancaman musuh. Materi juga membahas peran penting teknologi siber dalam konflik modern, seperti pemanfaatan cyber warfare untuk intelijen, sabotase, serangan terhadap infrastruktur vital, hingga disinformasi digital. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana geoteknologi seperti satelit, GIS, GPS, drone, dan penginderaan jauh digunakan dalam pemantauan wilayah, pemetaan strategi tempur, hingga navigasi pasukan secara presisi. Narasumber juga menekankan pentingnya memahami dimensi geopolitik, khususnya bagaimana perebutan wilayah strategis dan sumber daya alam menjadi faktor utama dalam konflik internasional.

Tema kuliah umum ini dinilai sangat relevan dengan kondisi global saat ini, di mana perkembangan teknologi telah mengubah wajah peperangan menjadi semakin kompleks, cepat, dan multidomain. Ancaman terhadap suatu negara kini tidak hanya datang melalui invasi militer konvensional, tetapi juga melalui serangan siber, gangguan terhadap infrastruktur digital, penyebaran disinformasi, hingga peperangan berbasis teknologi tanpa kontak fisik langsung. Pemahaman terhadap dinamika ini menjadi penting agar generasi muda pertahanan mampu beradaptasi dan mempersiapkan strategi pertahanan nasional yang modern, responsif, serta berbasis teknologi.

Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan para taruna mampu meningkatkan wawasan strategis, memahami perkembangan ancaman global kontemporer, serta memiliki kesiapan untuk menjadi sumber daya pertahanan yang adaptif, inovatif, dan unggul dalam menghadapi tantangan perang modern di masa depan.




