WRECK-IT 2.0: SINERGI POLTEK SSN DAN BANK SINARMAS, MEWUJUDKAN TALENTA KEAMANAN SIBER DEMI KEAMANAN NASIONAL YANG LEBIH BAIK

Jakarta, Juni 2021 – Dua tahun belakangan ini transformasi digital berproses lebih cepat. Seiring pandemi Covid-19, hampir semua aspek kehidupan seperti bekerja, belanja dan belajar dilakukan secara online. Hal itu, otomatis juga meningkatkan risiko kejahatan siber dan insiden keamanan siber dalam skala nasional. Diambil dari data laporan tahunan BSSN, tahun 2020 lalu tercatat kurang lebih 495 insiden serangan siber, yang bersifat teknis dan sosial, terjadi di ruang siber Indonesia Dengan 9.749 kasus peretasan situs dan 90.887 kasus kebocoran data dari aktivitas malware pencuri informasi di Indonesia. Kebocoran data pribadi menjadi ancaman serius karena dapat dimanfaatkan oleh kriminal siber untuk melakukan penipuan, pencurian identitas, pemerasan, dan kejahatan lainnya.

Kondisi keamanan siber di Indonesia masih mengalami satu permasalahan besar : kurangnya tenaga profesional keamanan siber. Hal ini berkorelasi langsung dengan peningkatan serangan atau insiden siber yang dialami organisasi. BSSN telah melakukan percepatan-percepatan untuk mengatasi isu nasional ini. Namun BSSN tidak bisa bekerja sendiri, BSSN butuh dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, baik stakeholder maupun masyarakat umum untuk mempercepat solusi terhadap permasalahan ini.

WRECK-INFORMATION TECHNOLOGY atau disingkat WRECK-IT merupakan kegiatan tahunan taruna-taruni Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) yang terdiri dari kompetisi keamanan siber dan seminar kesadaran keamanan siber. Setelah kesuksesan acara di tahun 2019, kegiatan WRECK-IT kembali dilaksanakan di tahun 2021 dalam format daring. Acara yang diberi tajuk WRECK-IT 2.0 ini mengumpulkan talenta-talenta keamanan siber untuk berlomba dalam kompetisi Capture The Flag (CTF) yang dilaksanakan secara daring melalui babak penyisihan pada tanggal 13 Juni 2021. Kompetisi yang diikuti sekitar 80 tim ini menguji kemampuan attack and defense setiap tim pada sumber daya yang telah disiapkan oleh panitia. Setelah babak penyesihan, sepuluh tim dengan poin tertinggi melanjutkan babak final yang dilaksanakan bersamaan dengan tanggal pelaksanaan webinar yaitu pada tanggal 23 Juni 2021.

Kegiatan WRECK-IT 2.0 diselenggarakan atas kerjasama Poltek SSN, sekolah kedinasan dibawah naungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dengan Bank Sinarmas. Kegiatan ini merupakan perwujudan komitmen kedua organisasi dalam hal percepatan manajemen talenta SDM keamanan siber nasional.

Dalam sambutannya, Direktur Poltek SSN, Nunil Pantjawati, B.Sc, ME, mengatakan “Saat ini kebutuhan sumber daya manusia di bidang keamanan siber terus meningkat, terlebih saat ini metode serangan siber mengalami variasi dan evolusi yang sangat signifikan. Berdasarkan data  BSSN, di sektor pemerintahan saja saat ini masih sangat kekurangan SDM. Saat ini terdapat 650 instansi penyelenggara negara dan 1.000 instansi penyelenggara layanan publik. Dengan asumsi masing-masing instansi membutuhkan paling sedikit lima orang yang memiliki kompetensi keamanan siber. Total, SDM yang dibutuhkan adalah 18.054 orang”.

Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian turut hadir dalam sesi penyerahan hadiah lomba CTF WRECKIT 2.0 sekaligus memberikan keynote speech dalam kegiatan. “Pada dasarnya tidak ada suatu sistem yang 100 persen aman. Oleh karena itu, penyelidikan, penemuan, dan perbaikan terhadap suatu kerentanan merupakan hal yang krusial untuk dipelajari. Dengan terlaksananya Wreck IT 2.0 ini semoga melahirkan generasi yang memiliki pemahaman ilmu dunia siber yang tinggi sehingga dapat mengetahui celah keamanan sistem, sehingga dapat ikut serta memperbaiki dan mengamankan Negara” pesan Hinsa kepada peserta yang hadir.

WRECK-IT 2.0  juga menghadirkan sesi diskusi panelis yang dapat diikuti oleh masyarakat umum, di mana peserta dapat berdiskusi secara interaktif kepada para pembicara yang hadir. Webinar sesi pertama akan membawakan topik “Kubernetes in a Nutshell: Vulnerabilities, Security, and Pentesting“, yang dibawakan oleh Giri Kuncoro, Software Engineer at Gojek. Dan sesi kedua akan mengundang Faisal Yahya (Country Manager Indonesia Vantage Point Security), Stya Putra Pratama (Sr. Security Architect at Technology Company), dan Anggi Rifa Pradana (Security Assessment Analyst & Bug Hunter BSSN) sebagai panelis, membahas topik “The Effectiveness of Threat Hunting in The Bug Bounty Program to Protect The Country”.

Pos Terkait