Indonesia Bersiap Untuk Punya Kurikulum Siber Pada Pendidikan Dasar dan Menengah

Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) di bidang keamanan siber dan persandian, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) memandang perlu berkontribusi dalam terciptanya keamanan siber sebagai salah satu bidang dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Semakin masifnya interfensi teknologi ke dalam setiap lini kehidupan di semua strata umur, menjadikan dampak dari penggunaan teknologi tersebut harus dapat dimitigasi sedini mungkin. Pendidikan dasar dan menengah bahkan usia dini merupakan strata usia yang dipandang paling tepat dilakukan mitigasi terhadap dampak penggunaan teknologi tersebut. Karena pada strata usia tersebut merupakan fase dimana manusia sedang dalam tahap peletakan dasar-dasar kepribadian untuk dijadikan karakter pada saat mereka dewasa nanti.

Senin 28 Juni 2021 merupakan sebuah momen bersejarah dimana pada saat tersebut dilakukan audiensi bersama beberapa stakeholder bidang pendidikan guna membahas inisiasi rencana Politeknik Siber dan Sandi Negara yang dipimpin langsung oleh Direktur Poltek SSN, Nunil Pantjawati dalam pembuatan framework Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Keamanan Siber yang selanjutnya dapat diacu dalam pembuatan kurikulum pendidikan dasar dan menengah bahkan usia dini. Melalui beberapa program kerja yang sudah berjalan, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN yang juga hadir secara daring didalam forum, Retno Artinah Suryandari menyampaikan, “Direktorat Proteksi Ekonomi Digital memiliki beberapa program berkaitan dengan literasi digital salah satunya Kliks”, “Melalui Kliks kami menganggap penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berselancar di dunia maya”, “Selain itu program Codi Goes To School juga kami gagas untuk dapat lebih luas menjangkau siswa-siswa agar lebih bijak di dunia maya”, imbuhnya.

Melaui inisiasi ini, selaku moderator dalam forum, Santi Indarjani Wakil Direktur I Politeknik Siber dan Sandi Negara menjelaskan beberapa target yang dicanangkan, selain pengembangan kurikulum dan materi ajar keamanan siber untuk pendidikan dasar dan menengah, pengembangan materi sosialisasi kesadaran keamanan informasi untuk SD dan SMP juga pelatihan untuk tenaga pengajar materi keamanan siber juga menjadi target dari adanya inisiasi tersebut. Beberapa metode program kreatif yang dapat dengan mudah diterima oleh siswa seperti komik, game, dan buku bacaan yang menarik juga menjadi bahasan dari forum tersebut untuk digunakan sebagai opsi metode pembelajaran yang efektif dan mudah diterima siswa. Kepala Pusdiklat, Dame Ria Munthe menjelaskan “Pusdiklat BSSN dalam hal ini juga siap mendukung terlaksananya rencana ini, bila diperlukan, Pusdiklat BSSN memiliki program teknis keamanan siber yang dapat disesuaikan dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan”. Beberapa program dan kegiatan yang ada pada Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi berkaitan dengan konteks yang sedang dibicarakan juga sempat dipaparkan oleh peserta yang hadir, sehingga identifikasi beberapa kegiatan yang sudah ada kedepan dapat diharmoniskan dalam rangka optimalisasi rencana kegiatan internalisasi konteks siber dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Pertanyaan besar yang timbul adalah, siapkah Indonesia memiliki tambahan materi Pendidikan siber pada strata Pendidikan dasar dan menengah?. Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia akan jadi tantangan paling besar dalam terwujudnya program tersebut.

Pos Terkait